RADARTASIK.ID – Juventus kembali memulai babak baru setelah musim yang jauh dari harapan.
Gagal bersaing di papan atas dan kembali harus membangun tim dari nol membuat manajemen Si Nyonya Tua melakukan perubahan besar, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Jurnalis senior Tuttomercatoweb, Ivan Cardia, menilai Juventus kali ini mengambil langkah yang tepat.
Baca Juga:Mario Gila Pemain Spanyol ke-13 AC Milan: Transfer Dikebut dalam 6 HariPelatih Swiss Sanjung Gregor Kobel: Pemain Terbaik Sejati Bukanlah Striker, Tapi Kiper
Menurutnya, fondasi yang sedang dibangun klub asal Turin itu jauh lebih sehat dibanding proyek-proyek sebelumnya.
Cardia menyebut perubahan terbesar terletak pada struktur manajemen. Penunjukan Giovanni Carnevali sebagai sosok penting di balik arah baru Juventus dinilai menjadi keputusan yang sangat strategis.
Yang membuatnya semakin optimistis adalah keputusan Carnevali menggandeng Frederic Massara sebagai direktur olahraga.
Massara dikenal sebagai salah satu sosok paling berpengalaman dalam membangun skuad kompetitif.
Ia pernah menjadi bagian penting dari kebangkitan AC Milan hingga mampu kembali meraih gelar Serie A.
“Juventus akhirnya kembali memiliki struktur yang layak disebut sebagai klub besar. Setelah sebelumnya terlalu banyak bergantung kepada satu orang, kini mereka membangun organisasi yang lebih profesional,” tulis Cardia.
Menurutnya, duet Carnevali dan Massara mengingatkan pada kolaborasi legendaris Beppe Marotta dan Fabio Paratici yang pernah membawa Juventus mendominasi sepak bola Italia selama hampir satu dekade.
Baca Juga:Swiss Tantang Argentina di Babak Perempat Final, Akhiri Kutukan 72 TahunMesir Tuding FIFA Atur Argentina Menangkan Piala Dunia: Wasit Tak Ingin Kami Menang
Pada era tersebut, Juventus bukan hanya mendominasi Serie A, tetapi juga dua kali mencapai final Liga Champions.
Keberhasilan itu tidak lepas dari kecermatan Marotta dan Paratici dalam merekrut pemain serta membangun keseimbangan finansial klub.
Cardia melihat pola yang hampir sama mulai diterapkan kembali oleh Juventus.
Ia memang mengakui hasil akhir tetap akan ditentukan di lapangan. Namun, dari sisi organisasi, Juventus dinilai sudah berada di jalur yang benar.
“Duet ini tampak seperti versi 2.0 dari pasangan Beppe Marotta dan Fabio Paratici. Sebelum akhirnya berpisah, mereka telah menghadiahkan banyak trofi kepada Juventus,” papat Cardia.
Meski demikian, masih ada satu tanda tanya besar, yakni posisi Giorgio Chiellini dalam struktur baru klub.
Awalnya, legenda Juventus tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu tokoh sentral dalam proyek baru.
