Pelatih Swiss Sanjung Gregor Kobel: Pemain Terbaik Sejati Bukanlah Striker, Tapi Kiper

Gregor Kobel
Gregor Kobel  Foto: Tangkapan layar Instagram@fifaworldcup 
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Keberhasilan Swiss menembus perempat final Piala Dunia 2026 tak lepas dari penampilan luar biasa kiper Gregor Kobel.

Penjaga gawang Borussia Dortmund itu menjadi pahlawan saat Swiss menyingkirkan Kolombia melalui drama adu penalti, sekaligus mengakhiri penantian 72 tahun untuk kembali tampil di babak delapan besar.

Pada laga yang berlangsung di Vancouver, Swiss menang setelah Kobel menggagalkan dua eksekusi penalti pemain Kolombia.

Baca Juga:Swiss Tantang Argentina di Babak Perempat Final, Akhiri Kutukan 72 TahunMesir Tuding FIFA Atur Argentina Menangkan Piala Dunia: Wasit Tak Ingin Kami Menang

Penampilan gemilangnya membuat tim asuhan Murat Yakin berhak melaju ke perempat final, di mana mereka akan menghadapi juara bertahan Argentina yang sebelumnya lolos secara dramatis usai bangkit dari ketertinggalan 0-2 untuk mengalahkan Mesir 3-2.

Jelang duel melawan Lionel Messi dan kolega, Murat Yakin memberikan pujian setinggi langit kepada Kobel.

Menurutnya, masyarakat hanya melihat penyelamatan penalti yang dilakukan sang kiper, padahal kontribusinya sudah sangat besar sejak pertandingan dimulai.

“Kobel istimewa justru karena hal itu. Orang-orang hanya mengingat dua penalti yang berhasil dia gagalkan. Saya justru mengingat semua yang ia lakukan sebelum adu penalti dimulai,” ujar Yakin seusai pertandingan.

Pelatih berusia 51 tahun itu menegaskan bahwa kualitas seorang kiper tidak hanya diukur dari penyelamatan spektakuler atau keberhasilannya dalam adu penalti.

Menurutnya, Gregor Kobel telah menunjukkan kualitas elite sepanjang 120 menit pertandingan melalui penempatan posisi, komunikasi dengan para pemain bertahan, hingga ketenangan yang mampu menular kepada seluruh tim.

“Saya melihat bagaimana dia mengatur posisi. Saya melihat bagaimana dia terus berkomunikasi dengan para bek. Saya melihat ketenangan yang dia tularkan kepada seluruh tim. Gregor tidak menunggu adu penalti untuk menjadi sosok penting,” katanya.

Baca Juga:Media Italia: Absen dari Liga Champions, AC Milan Diprediksi Rugi Rp500 Miliar Tahun DepanFiorentina Incar Bintang Muda Real Madrid: Transfer Tergantung Izin Mourinho

Yakin menilai Kobel telah menghabiskan sepanjang pertandingan untuk memastikan rekan-rekannya bermain dengan rasa percaya diri.

Ketika pertandingan memasuki momen paling menentukan, sang kiper sudah siap secara mental.

“Ketika saat yang paling penting datang, dia sudah siap. Itulah yang membedakan pemain hebat dengan pemain biasa,” tambahnya.

Salah satu momen paling menegangkan terjadi ketika Manuel Akanji gagal mengeksekusi penalti.

Situasi itu sempat memberikan harapan bagi Kolombia untuk membalikkan keadaan.

0 Komentar