Swiss Tantang Argentina di Babak Perempat Final, Akhiri Kutukan 72 Tahun

Swiss
Selebrasi pemain Swiss usai menyingkirkan Kolombia lewat drama adu penalti dan memastikan tiket ke perempat final Piala Dunia 2026  Foto: Tangkapan layar Instagram@fifaworldcup 
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Timnas Swiss akhirnya mematahkan kutukan yang menghantui mereka selama lebih dari tujuh dekade.

Setelah empat kali beruntun gagal melewati babak 16 besar, pasukan Murat Yakin sukses menyingkirkan Kolombia lewat drama adu penalti dan memastikan tiket ke perempat final Piala Dunia 2026.

Keberhasilan ini menjadi pencapaian bersejarah bagi Swiss. Terakhir kali mereka mampu menembus delapan besar Piala Dunia terjadi pada edisi 1954, saat menjadi tuan rumah.

Baca Juga:Mesir Tuding FIFA Atur Argentina Menangkan Piala Dunia: Wasit Tak Ingin Kami MenangMedia Italia: Absen dari Liga Champions, AC Milan Diprediksi Rugi Rp500 Miliar Tahun Depan

Kini, setelah penantian selama 72 tahun, Swiss kembali berada di antara delapan tim terbaik dunia.

Tantangan yang menanti pun tidak mudah. Di babak perempat final, Swiss akan berhadapan dengan juara bertahan Argentina yang baru saja melakukan comeback dramatis saat mengalahkan Mesir 3-2.

Laga Argentina sebelumnya juga diwarnai kontroversi. Tim asuhan Lionel Scaloni sempat tertinggal 0-2 sebelum bangkit lewat gol Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez.

Seusai pertandingan, pelatih Mesir Hossam Hassan bahkan melontarkan tudingan bahwa FIFA menginginkan Argentina terus melaju demi kepentingan pemasaran.

Terlepas dari kontroversi tersebut, kemenangan itu memastikan duel menarik antara Argentina dan Swiss di babak delapan besar.

Bermain di Vancouver, pertandingan Swiss kontra Kolombia berlangsung sengit sejak peluit pertama dibunyikan.

Kedua tim tampil disiplin dan berhati-hati sehingga peluang bersih tidak banyak tercipta pada awal pertandingan.

Baca Juga:Fiorentina Incar Bintang Muda Real Madrid: Transfer Tergantung Izin MourinhoArgentina vs Mesir: Scaloni Minta Waspadai Salah dan Marmoush

Kolombia lebih dulu mengancam melalui tendangan melengkung Puerta yang memaksa kiper Gregor Kobel melakukan penyelamatan gemilang.

Swiss kemudian mulai mengambil alih penguasaan bola. Fabian Rieder dan Dan Ndoye memperoleh peluang emas untuk membawa timnya unggul, namun seluruh peluang tersebut berhasil digagalkan kiper Kolombia, Kevin Vargas, yang tampil sangat tenang di bawah mistar.

Menjelang turun minum, Kolombia kembali menebar ancaman. Suarez hampir memanfaatkan kesalahan Manuel Akanji, sementara Luis Diaz nyaris mencetak gol sebelum berhasil dihentikan oleh Freuler lewat sapuan krusial di depan gawang.

Hingga babak pertama berakhir, skor tetap bertahan 0-0.

Memasuki babak kedua, Swiss tampil jauh lebih agresif. Masuknya Djibril Sow memberi energi baru di lini tengah. Ia bahkan hampir langsung mencetak gol sesaat setelah masuk ke lapangan.

0 Komentar