Kini, Murat Yakin dan anak asuhnya memiliki kesempatan menciptakan sejarah baru saat menghadapi Argentina di perempat final.
Laga tersebut diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menarik di babak delapan besar.
Di satu sisi, Argentina datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah lolos lewat comeback dramatis yang dipimpin Lionel Messi.
Baca Juga:Mesir Tuding FIFA Atur Argentina Menangkan Piala Dunia: Wasit Tak Ingin Kami MenangMedia Italia: Absen dari Liga Champions, AC Milan Diprediksi Rugi Rp500 Miliar Tahun Depan
Di sisi lain, Swiss membawa modal organisasi permainan yang solid, pertahanan disiplin, serta penampilan luar biasa Gregor Kobel yang menjadi salah satu kiper terbaik sepanjang fase gugur turnamen.
Apakah Swiss mampu melanjutkan kejutan dan menghentikan langkah sang juara bertahan, atau justru Argentina kembali menunjukkan mental juaranya?
Jawabannya akan ditentukan dalam duel panas yang dipastikan menyita perhatian pencinta sepak bola dunia.
