Fabian Rieder juga sempat membuat pendukung Kolombia terdiam lewat tendangan bebas keras yang hanya membentur jala samping gawang.
Kolombia tidak tinggal diam. Luis Diaz dan Suarez beberapa kali mencoba membongkar pertahanan Swiss.
Namun Gregor Kobel kembali menunjukkan kualitasnya dengan mengamankan setiap peluang yang mengarah ke gawang.
Baca Juga:Mesir Tuding FIFA Atur Argentina Menangkan Piala Dunia: Wasit Tak Ingin Kami MenangMedia Italia: Absen dari Liga Champions, AC Milan Diprediksi Rugi Rp500 Miliar Tahun Depan
Memasuki menit-menit akhir, tensi pertandingan semakin meningkat. Benturan fisik antara Vargas dan Breel Embolo sempat memanaskan suasana.
Kolombia juga melayangkan protes keras setelah kontak antara Ndoye dan Campaz di kotak penalti, tetapi wasit memutuskan permainan tetap dilanjutkan.
Skor imbang tanpa gol bertahan hingga waktu normal berakhir.
Memasuki babak tambahan, kedua tim tetap bermain terbuka meski mulai kelelahan.
Kolombia nyaris memecah kebuntuan pada menit ke-98 ketika sundulan Jhon Lucumi dari situasi sepak pojok membentur mistar gawang.
Tak lama kemudian, Campaz juga menguji refleks Kobel lewat tendangan jarak jauh.
Swiss membalas melalui Zeki Amdouni yang mendapatkan peluang emas, tetapi penyelesaiannya kembali digagalkan oleh Vargas.
Pada babak tambahan kedua, baik Juan Quintero maupun Granit Xhaka gagal memanfaatkan peluang yang mereka miliki.
Baca Juga:Fiorentina Incar Bintang Muda Real Madrid: Transfer Tergantung Izin MourinhoArgentina vs Mesir: Scaloni Minta Waspadai Salah dan Marmoush
Kesempatan terbaik Kolombia datang pada menit ke-115. Campaz berdiri bebas di depan gawang, namun secara mengejutkan tembakannya justru melambung tinggi.
Peluang emas itu pun terbuang sia-sia dan pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Kobel Jadi Pahlawan Swiss
Babak adu penalti berlangsung penuh tekanan.
Quintero dan Granit Xhaka sama-sama sukses menjalankan tugas sebagai penendang pertama.
Namun momentum berubah ketika Gregor Kobel berhasil menggagalkan eksekusi Davinson Sanchez.
Zeki Amdouni kemudian membawa Swiss unggul. Meski Campaz mampu menyamakan kedudukan setelah Manuel Akanji gagal mengeksekusi penalti, Kobel kembali menjadi penyelamat dengan menggagalkan tendangan Jhon Hernandez.
Cedric Itten menjalankan tugasnya dengan sempurna, sementara Luis Diaz menjaga asa Kolombia lewat penalti yang sukses.
Namun penendang terakhir Swiss, Ruben Vargas, tampil tanpa cela. Tendangannya bersarang mulus ke gawang dan memastikan kemenangan Swiss sekaligus mengakhiri perjuangan Kolombia.
Kemenangan ini sekaligus menghapus catatan buruk Swiss yang selalu gagal di babak 16 besar dalam empat edisi Piala Dunia sebelumnya.
