RADARTASIK.ID – Laga seru akan tersaji pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 saat Argentina menghadapi Mesir di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Amerika Serikat, Selasa, 7 Juli 2026 pukul 23.00 WIB.
Pertandingan ini menjadi salah satu duel paling dinanti karena untuk pertama kalinya dua megabintang sepak bola dunia, Lionel Messi dan Mohamed Salah, akan saling berhadapan di ajang resmi level internasional.
Selain adu gengsi dua kapten tim, laga ini juga diprediksi berlangsung ketat mengingat kedua negara sama-sama tampil impresif sepanjang fase grup.
Baca Juga:Opta: Cristiano Ronaldo Pemain Paling Egois di Piala DuniaUEFA Perang dengan FIFA: Inggris dan Prancis Kompak Minta Hukuman Kartu Pemainnya Dicabut
Secara statistik, kedua tim memiliki kekuatan yang relatif berimbang, terutama dalam penguasaan bola di area sepertiga akhir lapangan.
Argentina membukukan 252 sentuhan di wilayah serangan, hanya unggul tipis dari Mesir yang mencatatkan 251 sentuhan.
Mesir bahkan dinilai sedikit lebih agresif dalam membangun serangan dari sisi sayap.
Kreativitas Mohamed Salah membuat The Pharaohs lebih sering mengirimkan umpan silang berbahaya ke kotak penalti lawan.
Meski demikian, Argentina tetap lebih diunggulkan berkat pengalaman mereka di turnamen besar serta kedalaman skuad yang dinilai mampu mengatasi tekanan di fase gugur.
Faktor kebugaran pemain juga diperkirakan menjadi penentu, mengingat kedua tim harus menjalani pertandingan yang cukup menguras tenaga pada babak sebelumnya.
Menjelang laga tersebut, pelatih Argentina Lionel Scaloni mengakui timnya masih belum menampilkan permainan terbaik sepanjang Piala Dunia 2026.
Baca Juga:Cristiano Ronaldo: Pemain Hebat yang Ditakdirkan Tak Pernah Memenangkan Piala DuniaAC Milan Belanja Gila-Gilaan: Bidik Van Dijk Usai Habiskan Rp2 Triliun untuk Beli Dua Pemain
Namun ia percaya semangat juang para pemain menjadi kekuatan utama Albiceleste.
“Kami tentu bisa bermain lebih baik, sama seperti tim nasional lainnya. Saya rasa tidak ada satu pun tim yang benar-benar memainkan sepak bola sempurna di turnamen ini. Semua pelatih pasti merasa masih ada ruang untuk berkembang,” kata Scaloni.
Menurutnya, yang membedakan Argentina dari tim lain adalah karakter para pemain yang tidak pernah menyerah meski sedang tampil di bawah performa terbaik.
“Ketika kami tidak bermain bagus sekalipun, para pemain selalu memberikan sesuatu yang lebih. Mereka memiliki semangat juang, keberanian, dan penolakan untuk menerima kekalahan. Mentalitas seperti itulah yang membuat kami tetap kompetitif,” ujarnya.
Scaloni juga memberikan pujian kepada gelandang Leandro Paredes, yang dinilai memiliki peran sangat penting dalam menjaga keseimbangan permainan Argentina.
