RADARTASIK.ID – Perjalanan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia resmi berakhir dengan cara yang pahit.
Portugal harus mengakhiri langkahnya setelah kalah dari Spanyol, sekaligus menutup penampilan terakhir sang kapten di ajang sepak bola paling bergengsi di dunia.
Meski masih akan melanjutkan kariernya di level klub demi mengejar ambisi mencetak 1.000 gol sepanjang karier profesionalnya, Piala Dunia 2026 meninggalkan catatan yang tidak sepenuhnya membanggakan bagi megabintang berusia 41 tahun tersebut.
Baca Juga:UEFA Perang dengan FIFA: Inggris dan Prancis Kompak Minta Hukuman Kartu Pemainnya DicabutCristiano Ronaldo: Pemain Hebat yang Ditakdirkan Tak Pernah Memenangkan Piala Dunia
Selain mencatat sejumlah rekor, Ronaldo juga masuk dalam sejarah Piala Dunia dari sisi yang kurang menyenangkan.
Berdasarkan data statistik internasional Opta, kapten Portugal itu tercatat sebagai pemain paling egois sepanjang sejarah Piala Dunia sejak 1966.
Label tersebut muncul bukan tanpa alasan. Sepanjang Piala Dunia 2026, Ronaldo melepaskan 17 tembakan ke arah gawang, tetapi tidak sekali pun menciptakan peluang gol untuk rekan setimnya.
Catatan tersebut menjadi rekor baru dalam sejarah turnamen. Ronaldo memecahkan rekor lama milik mantan gelandang Meksiko, Alberto García Aspe, yang pada Piala Dunia Prancis 1998 melepaskan 15 tembakan tanpa memberikan satu pun peluang kepada rekan-rekannya.
Statistik itu memicu perdebatan di kalangan pengamat sepak bola.
Sebagian menilai Ronaldo terlalu berambisi menyelesaikan setiap peluang sendiri, sementara yang lain berpendapat perannya sebagai ujung tombak memang menuntutnya lebih sering melakukan penyelesaian akhir dibanding membangun serangan.
Di sisi lain, Ronaldo juga mencatat rekor lain yang sama sekali tidak diinginkan.
Kekalahan dari Spanyol menjadi kekalahan kedelapannya sepanjang sejarah penampilan di Piala Dunia.
Baca Juga:AC Milan Belanja Gila-Gilaan: Bidik Van Dijk Usai Habiskan Rp2 Triliun untuk Beli Dua PemainRoberto De Zerbi Izinkan Vicario Dipinjam Juventus: Tottenham Patok Harga Rp400 Miliar
Dengan jumlah tersebut, Ronaldo kini sejajar dengan sejumlah pemain lain yang sama-sama mengoleksi delapan kekalahan di putaran final Piala Dunia, seperti Matthew Leckie, Son Heung-min, Antonio Carbajal, dan Hong Myung-bo.
Meski demikian, statistik tersebut juga memiliki sisi lain. Untuk mengalami delapan kekalahan di Piala Dunia, seorang pemain tentu harus tampil dalam banyak pertandingan.
Hal itu menunjukkan konsistensi Ronaldo membawa Portugal lolos ke putaran final selama enam edisi Piala Dunia berturut-turut.
Usai pertandingan, Ronaldo mengaku belum ingin terburu-buru mengambil keputusan mengenai masa depannya bersama tim nasional Portugal.
