RADARTASIK.ID – Cristiano Ronaldo kembali menjadi sorotan setelah perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026 berakhir.
Turnamen yang digelar di Amerika Utara itu diyakini menjadi penampilan terakhir sang megabintang di panggung sepak bola paling bergengsi tersebut.
Meski hingga kini belum mengumumkan pensiun dari tim nasional Portugal, banyak pihak menilai era Cristiano Ronaldo bersama Selecao das Quinas sudah selesai.
Baca Juga:AC Milan Belanja Gila-Gilaan: Bidik Van Dijk Usai Habiskan Rp2 Triliun untuk Beli Dua PemainRoberto De Zerbi Izinkan Vicario Dipinjam Juventus: Tottenham Patok Harga Rp400 Miliar
Air mata sang kapten usai pertandingan terakhir menjadi simbol berakhirnya sebuah perjalanan panjang yang dipenuhi rekor, gol, dan momen bersejarah, tetapi tanpa trofi Piala Dunia.
Ronaldo menutup enam edisi Piala Dunia yang diikutinya dengan catatan luar biasa.
Sejak debut pada 2006 hingga edisi 2026, ia tampil dalam 27 pertandingan dan mencetak 11 gol.
Statistik tersebut menegaskan konsistensinya sebagai salah satu penyerang terbaik sepanjang sejarah sepak bola.
Namun, ada satu pencapaian yang tak pernah berhasil ia raih, yakni mengangkat trofi Piala Dunia.
Gelar yang selama bertahun-tahun menjadi impian terbesar Ronaldo akhirnya tetap berada di luar jangkauannya.
Prestasi terbaik Ronaldo di Piala Dunia justru terjadi pada penampilan perdananya di Jerman tahun 2006.
Baca Juga:Taktik Catenaccio Inggris di 15 Menit Akhir Ingatkan Kejayaan Bek Italia di Masa LaluNew York Times: FIFA Cabut Sanksi Kartu Merah Striker AS Usai Ditelepon Trump
Saat itu ia masih menjadi bintang muda yang tengah bersinar di Eropa dan berhasil membawa Portugal melaju hingga babak semifinal.
Sayangnya, Portugal harus mengakui keunggulan Prancis sebelum kembali kalah dari tuan rumah Jerman dalam perebutan tempat ketiga.
Portugal pun hanya finis di posisi keempat, dan sejak saat itu tidak pernah lagi mampu menembus empat besar Piala Dunia.
Meski demikian, Ronaldo terus menorehkan berbagai rekor sepanjang kariernya di ajang tersebut.
Ia berhasil mencetak gol pada setiap edisi Piala Dunia yang diikutinya, sebuah pencapaian yang menunjukkan konsistensi luar biasa selama dua dekade.
Rinciannya adalah satu gol pada 2006, satu gol pada 2010, satu gol pada 2014, empat gol pada 2018, satu gol pada 2022, dan tiga gol pada 2026.
Dua gol yang dicetaknya ke gawang Uzbekistan pada fase grup Piala Dunia 2026 membuat Ronaldo menjadi pemain pertama dalam sejarah yang mampu mencetak gol di enam edisi Piala Dunia berbeda.
