Cristiano Ronaldo: Pemain Hebat yang Ditakdirkan Tak Pernah Memenangkan Piala Dunia

Cristiano Ronaldo
Cristiano Ronaldo  Foto: Tangkapan layar Instagram@fifaworldcup 
0 Komentar

Sementara gol melalui titik penalti saat menghadapi Kroasia di babak gugur menjadi gol pertamanya sepanjang karier di fase knockout Piala Dunia.

Fakta itu memperlihatkan betapa sulitnya perjalanan Portugal di fase-fase penentuan.

Secara individu, Piala Dunia terbaik Ronaldo tetap terjadi di Rusia pada 2018.

Ia mencetak empat gol, termasuk hattrick spektakuler saat menghadapi Spanyol dalam pertandingan yang hingga kini dikenang sebagai salah satu penampilan terbaiknya bersama Portugal.

Baca Juga:AC Milan Belanja Gila-Gilaan: Bidik Van Dijk Usai Habiskan Rp2 Triliun untuk Beli Dua PemainRoberto De Zerbi Izinkan Vicario Dipinjam Juventus: Tottenham Patok Harga Rp400 Miliar

Sayangnya, performa individu yang luar biasa itu tidak mampu membawa Portugal melangkah jauh.

Berbeda dengan Piala Dunia, Ronaldo justru berhasil membawa Portugal meraih dua gelar bergengsi di level internasional, yakni Euro 2016 dan UEFA Nations League.

Dua trofi tersebut menjadi bukti bahwa ia mampu mengantar negaranya menuju kejayaan, meski mimpi terbesar berupa gelar juara dunia tak pernah menjadi kenyataan.

Di Piala Dunia 2026, Ronaldo juga kembali mencatatkan sejarah. Pada usia 41 tahun 151 hari, ia menjadi salah satu pemain tertua yang tampil penuh selama 90 menit di ajang Piala Dunia.

Karier Ronaldo di Piala Dunia pun berakhir dengan cara yang mungkin menyakitkan, tetapi tetap meninggalkan warisan luar biasa.

Ia akan dikenang sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah sepak bola internasional sekaligus pemain yang memecahkan berbagai rekor, meski tak pernah berhasil membawa pulang trofi paling bergengsi di dunia.

Cristiano Ronaldo bukan satu-satunya pemain besar yang gagal meraih trofi Piala Dunia. Sejarah mencatat beberapa legenda sepak bola juga mengalami nasib serupa.

Baca Juga:Taktik Catenaccio Inggris di 15 Menit Akhir Ingatkan Kejayaan Bek Italia di Masa LaluNew York Times: FIFA Cabut Sanksi Kartu Merah Striker AS Usai Ditelepon Trump

Johan Cruyff dikenal sebagai ikon Total Football yang mengubah wajah sepak bola modern.

Ia membawa Belanda tampil luar biasa pada Piala Dunia 1974, tetapi harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari Jerman Barat di partai final.

Alfredo Di Stéfano, yang dianggap sebagai salah satu pemain terbaik abad ke-20, bahkan tidak pernah tampil di putaran final Piala Dunia.

Faktor politik dan cedera membuat legenda Real Madrid itu kehilangan kesempatan tampil di panggung terbesar sepak bola dunia.

Sementara itu, Paolo Maldini dikenang sebagai salah satu bek terbaik sepanjang masa dengan koleksi lima gelar Liga Champions.

0 Komentar