Taktik Catenaccio Inggris di 15 Menit Akhir Ingatkan Kejayaan Bek Italia di Masa Lalu

Timnas Inggris
Selebrasi pemain Inggris usai menang dramatis 3-2 atas tuan rumah Meksiko.   Foto: Tangkapan layar Instagram@fifaworldcup 
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Timnas Inggris memastikan satu tempat di perempat final Piala Dunia 2026 setelah menang dramatis 3-2 atas tuan rumah Meksiko.

Kemenangan pasukan Thomas Tuchel tidak hanya ditentukan oleh ketajaman Jude Bellingham dan Harry Kane, tetapi juga oleh pertahanan luar biasa yang mengingatkan publik pada era kejayaan catenaccio Italia.

The Three Lions kini akan menghadapi Norwegia yang sebelumnya membuat kejutan dengan menyingkirkan Brasil asuhan Carlo Ancelotti.

Baca Juga:New York Times: FIFA Cabut Sanksi Kartu Merah Striker AS Usai Ditelepon TrumpLeao Ingin Tinggalkan AC Milan: Tottenham Dekati Jorge Mendes

Laga di Stadion Azteca berlangsung sengit sejak menit pertama. Meksiko tampil agresif di hadapan pendukungnya sendiri dengan pressing tinggi dan serangan balik cepat.

Sebaliknya, Inggris mencoba menguasai tempo permainan melalui penguasaan bola dan kombinasi Harry Kane, Bukayo Saka, serta Anthony Gordon.

Peluang pertama menjadi milik Meksiko ketika sundulan Raul Jimenez memaksa Jordan Pickford melakukan penyelamatan penting.

Inggris sempat kesulitan keluar dari tekanan sebelum akhirnya Jude Bellingham menjadi pembeda.

Gelandang Real Madrid itu mencetak dua gol hanya dalam rentang waktu singkat. Gol pertama lahir setelah kerja sama apik dengan Bukayo Saka, sementara gol kedua tercipta berkat assist Harry Kane.

Namun Meksiko tidak menyerah. Quinones memperkecil ketertinggalan menjelang turun minum setelah memanfaatkan bola liar di depan gawang Inggris.

Bahkan Raul Jimenez beberapa kali memaksa Pickford bekerja keras menjaga keunggulan timnya.

Baca Juga:AC Milan Kebut Transfer Mario Gila, Siapkan Tawaran Rp600 Miliar untuk Luluhkan LazioFIFA Cabut Sanksi Kartu Merah Striker AS, Pelatih Belgia: Piala Dunia Seperti April Mop

Memasuki babak kedua, Inggris sempat memperlebar keunggulan melalui penalti Harry Kane setelah Anthony Gordon dijatuhkan kiper Meksiko.

Sayangnya, keadaan berubah drastis ketika Jarell Quansah menerima kartu merah akibat pelanggaran keras.

Bermain dengan sepuluh orang membuat Inggris berada di bawah tekanan luar biasa.

Raul Jimenez kembali mencetak gol melalui titik penalti sehingga skor berubah menjadi 3-2.

Bertahan Ala Catenaccio

Lima belas menit terakhir menjadi ujian sesungguhnya bagi Inggris.

Thomas Tuchel memilih mengubah pendekatan permainan secara total. Seluruh pemain diminta turun membantu pertahanan, sementara Meksiko terus menggempur melalui tiga penyerang dan puluhan umpan silang ke kotak penalti.

Tambahan waktu selama 11 menit membuat tekanan semakin besar.

Meski terus dikepung, benteng pertahanan Inggris tetap berdiri kokoh.

0 Komentar