Cara bertahan seperti itu mengingatkan publik pada filosofi lama sepak bola Italia, ketika kemenangan lebih diutamakan daripada permainan indah.
Thomas Tuchel pun menunjukkan fleksibilitas taktiknya. Ketika harus bermain dengan sepuluh orang, ia tidak memaksakan permainan menyerang, melainkan memilih membangun “tembok” pertahanan yang sulit ditembus.
Kini, dengan modal kemenangan heroik tersebut, Inggris melangkah ke perempat final dengan kepercayaan diri tinggi.
Baca Juga:New York Times: FIFA Cabut Sanksi Kartu Merah Striker AS Usai Ditelepon TrumpLeao Ingin Tinggalkan AC Milan: Tottenham Dekati Jorge Mendes
Jika mampu mempertahankan organisasi pertahanan seperti saat menghadapi Meksiko, The Three Lions memiliki peluang besar untuk melangkah lebih jauh dan kembali bermimpi mengangkat trofi Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1966.
