Media Italia: Absen dari Liga Champions, AC Milan Diprediksi Rugi Rp500 Miliar Tahun Depan

AC Milan
Ilustrasi AC Milan
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Musim 2025/2026 menjadi salah satu periode paling berat bagi AC Milan, baik dari sisi prestasi maupun keuangan.

Setelah gagal lolos ke Liga Champions untuk musim kedua secara beruntun, Rossoneri diperkirakan harus menutup tahun buku dengan kerugian yang cukup besar.

Menurut analisis Calcio e Finanza, laporan keuangan AC Milan yang berakhir pada 30 Juni 2026 diproyeksikan mencatat defisit sekitar 25 juta euro, atau setara Rp500 miliar (kurs €1 = Rp20.000).

Baca Juga:Sepp Blatter Sindir FIFA: Sepak Bola Jangan Jadi Permainan Kekuasaan PolitikJuventus Gagal Angkut Gelandang 17 Tahun Milik Nice, PSG Rekrut Kiper Jebolan Akademi AC Milan

Angka tersebut menjadi kemunduran signifikan setelah pada musim 2024/2025 klub masih mampu membukukan laba sebesar 2,9 juta euro atau sekitar Rp58 miliar.

Laporan keuangan tersebut masih akan menunggu persetujuan rapat pemegang saham yang biasanya digelar pada Oktober.

Namun, berbagai indikator menunjukkan bahwa absennya Milan dari Liga Champions menjadi penyebab utama memburuknya kondisi finansial klub.

Kegagalan tampil di kompetisi elite Eropa membuat Milan kehilangan salah satu sumber pemasukan terbesar.

Pendapatan klub turun drastis dari hampir 500 juta euro atau sekitar Rp10 triliun menjadi hanya sekitar 433 juta euro, setara Rp8,66 triliun.

Penurunan terbesar berasal dari hak siar televisi dan audiovisual yang merosot hingga 42 persen.

Selain itu, pemasukan dari stadion juga turun 17,6 persen karena jumlah pertandingan kandang berkurang seiring absennya Milan dari kompetisi Eropa.

Baca Juga:Opta: Cristiano Ronaldo Pemain Paling Egois di Piala DuniaUEFA Perang dengan FIFA: Inggris dan Prancis Kompak Minta Hukuman Kartu Pemainnya Dicabut

Meski demikian, tidak semua sektor mengalami penurunan. Pendapatan komersial justru naik sekitar 5,9 persen, terutama berkat kesepakatan sponsor baru dengan Emirates yang memberikan tambahan pemasukan bagi klub.

Salah satu faktor yang membantu menekan kerugian adalah aktivitas di bursa transfer. AC Milan berhasil mencatat keuntungan dari penjualan pemain yang mencapai sekitar 100 juta euro atau sekitar Rp2 triliun.

Angka tersebut meningkat dibanding musim sebelumnya yang berada di kisaran 83,2 juta euro atau sekitar Rp1,66 triliun.

Dalam perhitungan tersebut, keuntungan dari penjualan Tijjani Reijnders telah masuk ke laporan keuangan sebelumnya, sedangkan transfer Theo Hernandez dan Malick Thiaw masuk dalam laporan yang baru berakhir.

Keuntungan dari penjualan pemain menjadi sangat penting karena nilainya setara hampir seperempat dari total pendapatan klub.

Tanpa pemasukan besar dari bursa transfer, kerugian AC Milan diperkirakan akan jauh lebih besar.

0 Komentar