Meski mencatat defisit, kondisi keuangan Rossoneri masih dinilai cukup sehat.
Klub disebut masih memiliki aset bersih positif sebesar 199 juta euro, atau sekitar Rp3,98 triliun, sehingga kerugian musim ini masih dapat ditanggung tanpa mengganggu stabilitas finansial secara keseluruhan.
Selain kehilangan pendapatan akibat absen di Liga Champions, Milan juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perubahan struktur manajemen.
Menurut laporan tersebut, klub mengalokasikan sekitar 13 juta euro, atau setara Rp260 miliar, untuk menyelesaikan kompensasi dan pemutusan kontrak sejumlah petinggi klub, termasuk mantan CEO Giorgio Furlani dan mantan direktur olahraga Igli Tare.
Menariknya, tidak ada biaya kompensasi yang dialokasikan untuk Massimiliano Allegri.
Baca Juga:Sepp Blatter Sindir FIFA: Sepak Bola Jangan Jadi Permainan Kekuasaan PolitikJuventus Gagal Angkut Gelandang 17 Tahun Milik Nice, PSG Rekrut Kiper Jebolan Akademi AC Milan
Pelatih asal Italia itu disebut telah mencapai kesepakatan finansial dengan AC Milan terkait pengakhiran kontraknya sebelum kemudian menerima tawaran melatih Napoli.
Di tengah tantangan tersebut, Milan masih memiliki harapan untuk memperbaiki kondisi keuangan pada musim berikutnya.
Salah satu faktor yang diperkirakan memberikan dampak positif adalah proyek stadion baru.
Dengan kepemilikan stadion sendiri, klub diproyeksikan tidak lagi menanggung biaya sewa yang selama ini mencapai sekitar 5 juta euro, atau sekitar Rp100 miliar per musim.
Selain menghapus beban sewa, stadion milik sendiri juga diyakini akan meningkatkan pendapatan dari penjualan tiket, area komersial, hingga berbagai kegiatan non-pertandingan yang dapat menjadi sumber pemasukan baru bagi klub.
Meski menghadapi tekanan finansial, situasi AC Milan masih jauh dari kategori mengkhawatirkan.
Dukungan pemilik klub, aset bersih yang tetap positif, serta potensi peningkatan pendapatan dari proyek stadion membuat Rossoneri diyakini masih memiliki fondasi yang kuat untuk bangkit.
Baca Juga:Opta: Cristiano Ronaldo Pemain Paling Egois di Piala DuniaUEFA Perang dengan FIFA: Inggris dan Prancis Kompak Minta Hukuman Kartu Pemainnya Dicabut
Namun, satu hal yang tidak bisa dipungkiri adalah pentingnya kembali ke Liga Champions.
Selain menjadi ajang paling bergengsi di level klub Eropa, kompetisi tersebut juga menjadi sumber pemasukan vital yang sangat menentukan kesehatan keuangan klub-klub elite, termasuk AC Milan.
