Sepp Blatter Sindir FIFA: Sepak Bola Jangan Jadi Permainan Kekuasaan Politik

Joseph Blatter
Joseph Blatter  Foto: Tangkapan layar Youtube 
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Kontroversi penangguhan kartu merah penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, terus memicu reaksi dari berbagai kalangan.

Setelah sebelumnya Federasi Sepak Bola Inggris (FA) dan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) dikabarkan mempertanyakan keputusan FIFA yang membatalkan hukuman Balogun jelang babak gugur Piala Dunia 2026, kini kritik tajam datang dari mantan Presiden FIFA, Joseph Blatter.

Blatter menilai keputusan tersebut berpotensi merusak kredibilitas sepak bola apabila benar dipengaruhi oleh campur tangan politik.

Baca Juga:Juventus Gagal Angkut Gelandang 17 Tahun Milik Nice, PSG Rekrut Kiper Jebolan Akademi AC MilanOpta: Cristiano Ronaldo Pemain Paling Egois di Piala Dunia

Melalui akun media sosial X, mantan orang nomor satu FIFA itu menegaskan bahwa keputusan mengenai kartu merah seharusnya hanya didasarkan pada aturan permainan, bukti yang ada, dan penilaian lembaga independen, bukan karena tekanan dari pihak mana pun.

“Kartu merah tidak boleh dibatalkan karena panggilan telepon politik. Kartu merah harus dibatalkan berdasarkan aturan, bukti, dan keputusan lembaga yang independen. Sepak bola tidak boleh menjadi arena permainan kekuasaan politik,” tulis Blatter.

Pernyataan tersebut merupakan respons atas polemik yang berkembang setelah Balogun diizinkan kembali bermain meski sebelumnya mendapat kartu merah saat Amerika Serikat menghadapi Bosnia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Keputusan FIFA membatalkan sanksi itu menuai kontroversi karena muncul laporan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sempat melakukan komunikasi langsung dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelum hukuman Balogun resmi ditangguhkan.

Meski FIFA menegaskan keputusan tersebut diambil melalui mekanisme disiplin yang berlaku, banyak pihak mempertanyakan waktu dan proses perubahan keputusan yang dinilai sangat cepat menjelang pertandingan fase gugur.

Sebelumnya, media-media Eropa melaporkan bahwa Federasi Sepak Bola Inggris dan Federasi Sepak Bola Prancis juga meminta FIFA memberikan penjelasan lebih rinci mengenai alasan pembatalan kartu merah tersebut.

Kedua federasi khawatir keputusan itu dapat menciptakan preseden buruk apabila hukuman disiplin terhadap pemain dapat berubah dalam waktu singkat tanpa transparansi yang memadai.

Baca Juga:UEFA Perang dengan FIFA: Inggris dan Prancis Kompak Minta Hukuman Kartu Pemainnya DicabutCristiano Ronaldo: Pemain Hebat yang Ditakdirkan Tak Pernah Memenangkan Piala Dunia

Blatter bahkan mengajukan pertanyaan yang menurutnya sangat penting bagi masa depan organisasi sepak bola dunia.

“Jika seorang Presiden Amerika Serikat dapat berbicara langsung dengan Presiden FIFA dan seorang pemain tiba-tiba dibebaskan dari hukuman sebelum pertandingan sistem gugur Piala Dunia, maka pertanyaannya tidak bisa dihindari: ke mana arah FIFA?” ujar Blatter.

0 Komentar