Dengan demikian, sang pelatih memiliki waktu lebih panjang untuk membentuk karakter permainan yang diinginkannya.
Perubahan strategi ini menunjukkan bahwa Milan lebih mengutamakan kualitas dan kesiapan skuad dibanding sekadar mencari kesempatan murah di akhir jendela transfer.
Nama Zlatan Ibrahimovic juga tetap menjadi bagian penting dalam proyek RedBird.
Baca Juga:Como Rekrut Yan Couto, Inter Ogah Naikkan Tawaran untuk KhalailiInter Milan Diminta Penuhi Permintaan Chivu: Jangan Abaikan Keinginan Pelatih
Meski sempat memunculkan berbagai spekulasi mengenai posisinya di dalam klub, mantan striker asal Swedia itu masih menjadi orang kepercayaan Gerry Cardinale.
Sebagai penasihat senior, Ibrahimovic berperan sebagai penghubung antara pemilik, manajemen, dan ruang ganti.
Hubungan keduanya disebut tetap solid, bahkan ketika Milan menghadapi masa-masa sulit pada musim lalu.
Kehadiran Ibrahimovic diharapkan mampu menjaga identitas Rossoneri sekaligus membantu membangun mental juara bagi skuad baru yang sedang dibentuk.
Di bursa transfer, Milan sudah memulai proyek tersebut dengan mendatangkan Gonçalo Ramos dan Mario Gila.
Namun, kedua pemain itu diyakini baru menjadi awal dari rangkaian perekrutan yang akan dilakukan dalam beberapa pekan ke depan.
Menariknya, manajemen tidak menetapkan batas anggaran tertentu.
Setiap investasi akan disesuaikan dengan kebutuhan teknis yang diminta Ruben Amorim, sehingga fokus utama bukan sekadar menghemat pengeluaran, melainkan menciptakan skuad yang benar-benar lebih kompetitif.
Baca Juga:Cardia Sindir Langkah AC Milan di Bursa Transfer: Belanja Besar Tak Menjamin KemenanganJurnalis Italia Sanjung Era Baru Juventus: Duet Carnevali dan Massara Mirip Marotta dan Paratici
Dengan filosofi baru ini, AC Milan berharap dapat kembali menjadi kekuatan utama di Italia maupun Eropa.
Cardinale ingin membangun klub melalui perpaduan kompetensi, organisasi yang kuat, investasi tepat sasaran, dan keberlanjutan finansial.
Era baru Rossoneri pun resmi dimulai. Kini, para pendukung Milan menanti apakah perubahan besar yang dipimpin langsung Gerry Cardinale mampu mengembalikan klub ke puncak kejayaannya seperti masa-masa emas di masa lalu.
