PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Memasuki musim kemarau panjang, sejumlah wilayah kini sudah merasakan dampak dari fenomena kekeringan. Kondisi ini menjadi ancaman gagal panen bagi sebagian lahan pertanian .
Seperti yang terjadi di Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang. Saluran irigasi di kawasan tersebut mulai mengering sehingga pasokan air ke sawah terhenti.
Seorang petani yang juga anggota Kelompok Tani Taruna Bayu Surlia (61) mengatakan, tanaman padinya yang berusia sekitar satu setengah bulan saat ini sangat membutuhkan pasokan air. Menurutnya, kebutuhan air masih akan berlangsung hingga sekitar satu setengah bulan ke depan.
Baca Juga:King Cobra Masuk Pemukiman di Pangandaran, Takluk di Tangan Petugas DamkarKas Daerah Bermasalah, Pencairan Hibah Jadi Susah, Organisasi Kena Getah
“Sudah lebih dari sebulan sawah saya kekurangan air. Padahal usia padi baru satu setengah bulan dan masih membutuhkan air hingga sekitar satu setengah bulan lagi,” jelasnya Rabu (8/7/2026).
Hal senada juga dirasakan petani asal Bojongmalang Sadili (50). Padi yang ia tanama pada bulan Mei lalu, sudah kekurangan pasokan air.”Terancam gagal panen, kalau kondisinya terus seperti ini,” ujarnya.
Menurut BPBD Pangandaran, sebanyak 406 kepala keluarga (KK) atau 1.229 jiwa di Kabupaten Pangandaran, kini mengalami kesulitan memperoleh air bersih
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, mengatakan berdasarkan permohonan yang diterima sejak 30 Juni hingga 7 Juli 2026, pihaknya sudah menyalurkan sebanyak 15.000 liter air bersih ke beberapa desa di tiga kecamatan.
“Kami sudah mendistribusikan air bersih ke beberapa lokasi sesuai permintaan dari pemerintah desa,” ujarnya.
Menurutnya, wilayah yang terdampak meliputi Desa Pamotan di Kecamatan Kalipucang, Desa Parakanmanggu di Kecamatan Parigi, serta Desa Mangunjaya di Kecamatan Mangunjaya.
“Total ada 406 kepala keluarga atau sekitar 1.229 jiwa yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih,” katanya.
Baca Juga:Didasari Rasa Kecewa, Sebagian Kader PAN di Kota Tasikmalaya Undur Diri6 Bulan Insentif Guru di Kota Tasikmalaya Belum Dibayar, Pengamat Soroti Sikap Pimpinannya
BPBD memperkirakan dampak kekeringan di Kabupaten Pangandaran berpotensi meluas jika musim kemarau berlangsung lebih lama.(Deni Nurdiansah)
