Didasari Rasa Kecewa, Sebagian Kader PAN di Kota Tasikmalaya Undur Diri

Kader pan keluar dari partai, undur diri, pan kota tasikmalaya
Sejumlah kader PAN perwakilan 10 Kecamatan di Kota Tasikmalaya menanggalkan atribut partai dan memilih undur diri, Jumat (19/6/2026)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID—Sejumlah kader PAN perwakilan 10 Kecamatan di Kota Tasikmalaya memilih untuk mundur dari partai. Hal tersebut didasari kekecewaan mereka terhadap kepengurusan DPD yang baru.

Pengunduran tersebut dilakukan dengan simbolis pelepasan atribut di salah satu rumah makan Jalan Otista Kota Tasikmalaya. Sekaligus menegaskan pilihan mereka untuk keluar dari PAN.

Ketua DCP PAN Cipedes Evi Hilman SH menyampaikan bahwa dia dan rekan-rekannya merasa kecewa terhadap kepengurusan DPD yang baru. Di mana mereka tidak dilibatkan dalam pembentukan kepengurusan DPC yang baru. “Pada pembentukan DPC (baru), kami tidak dilibatkan. Kalau seperti itu, di mana demokrasi? Di mana AD/ART,” ungkapnya.

Baca Juga:6 Bulan Insentif Guru di Kota Tasikmalaya Belum Dibayar, Pengamat Soroti Sikap PimpinannyaIkan Kerapu Raksasa Terjaring Nelayan di Pangandaran, Bobotnya 120kilogram

Mereka pun kecewa karena kepengurusan DPD PAN Kota Tasikmalaya saat ini didominasi oleh wajah baru. Menurut Evi saat ini DPD sudah menyusun nama-nama kader yang akan ditempatkan sebagai pengurus DPC untuk 10 kecamatan. “Tiba-tiba sudah ada nama-nama calon pengurus DPC,” terangnya.

Sehingga mereka sebagai kader lama yang sudah bertahun-tahun berkiprah merasa tidak dihargai. Bahkan sebagai kader senior, dia tidak diajak bicara sama sekali soal pembentukan kepengurusan baru DPC. “Saya di PAN sejak 2004, minimal dihargai lah, diajak sharing,” terangnya.

Merespons kekecewaan kader tersebut, Ketua DPD PAN Kota Tasikmalaya H Budi Mahmud Saputra mengatakan bahwa sampai saat ini pembentukan DPC masih diproses. Pihaknya pun menempuh hal tersebut sesuai dengan mekanisme partai. “Masih proses, jadi struktur DPC baru belum ada,” ujarnya.

Pihaknya juga meluruskan tudingan kepengurusan DPC lama tidak dilibatkan dalam prosesnya. H Budi menerangkan bahwa pihaknya membuka pendaftaran untuk semua pengurus. “Kita buka formulir pendaftaran untuk semuanya, namun ada yang ikut dan ada yang tidak,” terangnya.

Mengenai dominasi wajah-wajah baru, pada dasarnya semua kader PAN juga, bukan orang asing. Hanya saja belum lama duduk dalam struktur partai. “Tetapi mereka memiliki energi, kapasitas, dan semangat yang dibutuhkan organisasi,” ujarnya.

Perlu dipahami, lanjut H Budi, regenerasi merupakan proses menjaga keberlangsungan organisasi yang sifatnya dibutuhkan. Menurutnya jangan dimaknai sebagai ancaman, dan hal itu pun tidak boleh dianggap sebagai penghapusan jasa para senior.

0 Komentar