“Jika ukuran jabatan hanya lamanya seseorang berada di partai, maka kader muda tidak akan pernah mendapat kesempatan. Padahal setiap kader senior hari ini dulunya juga pernah menjadi kader muda yang diberi ruang oleh generasi sebelumnya,” jelasnya.
Pihaknya menyayangkan dengan adanya 10 kader yang memilih keluar dari partai. Namun dirinya pun harus menghargai bahwa hal tersebut merupakan hak politik mereka.
“Jika ada kader yang memilih mundur karena tidak masuk dalam struktur, tentu itu hak pribadi yang harus dihormati. Namun kecintaan kepada partai seharusnya tidak bergantung pada jabatan,” tandasnya.(Rangga Jatnika)
