RADARTASIK.ID – Presiden Asosiasi Pelatih Italia (Assoallenatori), Renzo Ulivieri, melontarkan pandangan yang memicu perdebatan mengenai masa depan Timnas Italia.
Menurutnya, sepak bola Italia perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakat modern, termasuk membuka jalan lebih luas bagi pemain keturunan imigran melalui aturan kewarganegaraan yang lebih fleksibel.
Pernyataan tersebut disampaikan Ulivieri seusai menghadiri rapat Dewan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).
Baca Juga:Siapa Brian Cipenga? Pemain Level Divisi Dua yang Buat Fans Inggris Jantungan Selama 1 Jam Liberali Menolak Pulang ke AC Milan: Pilih Gabung Como Meski Dirayu Cardinale
Ia menilai persoalan Timnas Italia tidak hanya berkaitan dengan pembinaan pemain atau kualitas pelatih, tetapi juga menyangkut kebijakan negara mengenai kewarganegaraan.
“Saya rasa dunia politik juga harus memikirkan masa depan tim nasional kita. Lihat saja tim-tim nasional lain, hampir semuanya memiliki lima atau enam pemain berkulit hitam,” ujar Ulivieri.
Ia kemudian mengajukan sebuah pertanyaan retoris untuk menggambarkan pandangannya.
“Kalau kita membuat tim yang seluruh pemainnya berkulit putih, apakah kita akan lebih kuat daripada Prancis? Tentu tidak. Yang kita butuhkan adalah undang-undang dan aturan yang mengikuti perkembangan konsep kewarganegaraan di dunia saat ini,” katanya.
Ulivieri secara terbuka mendukung penerapan ius soli sportivo, yakni konsep yang mempermudah anak-anak yang lahir atau tumbuh besar di Italia memperoleh hak membela Timnas Italia meskipun berasal dari keluarga imigran.
Menurutnya, langkah tersebut akan memperluas basis talenta sepak bola Italia di masa depan.
Ia mencontohkan keberhasilan Prancis yang selama bertahun-tahun mampu melahirkan pemain-pemain kelas dunia dari kawasan pinggiran kota Paris.
“Kalau melihat Prancis, banyak pemain mereka berasal dari daerah pinggiran Paris. Mereka bermain sepak bola setiap hari, masuk sekolah sepak bola sejak kecil, lalu menghabiskan waktu bermain bersama teman-temannya. Karena lebih sering menyentuh bola, mereka berkembang menjadi pesepak bola hebat,” jelasnya.
Baca Juga:Tonali Gabung Tottenham, AC Milan Dapat Uang Kaget Rp200 MiliarTonali Pemain Italia Termahal Sepanjang Masa: Dibeli Tottenham Rp2,32 Triliun
Ulivieri menambahkan bahwa anak-anak di luar Italia bisa menyentuh bola hingga empat kali lebih banyak dibanding anak-anak Italia dalam kesehariannya.
Faktor itulah yang menurutnya menjadi salah satu penyebab kesenjangan kualitas pemain.
Pernyataan tersebut muncul ketika komposisi skuad Prancis kembali menjadi sorotan pada Piala Dunia 2026.
Mayoritas pemain Les Bleus memang lahir dan besar di Prancis, tetapi memiliki latar belakang keluarga keturunan imigran, terutama dari negara-negara Afrika dan Karibia.
