PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Anemia pada anak masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius karena dapat mengganggu tumbuh kembang dan juga menurunkan daya tahan tubuh
Dokter Umum RSUD Pandega Pangandaran, dr. Jenni Mutiara Saragih mengingatkan, para orang tua untuk lebih peka mengenali tanda dan gejala anemia sejak dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Menurut dr. Jenni, anemia merupakan kondisi ketika kadar hemoglobin (Hb) dalam darah berada di bawah nilai normal, sehingga kemampuan darah dalam mengangkut oksigen ke seluruh tubuh menjadi berkurang.
Baca Juga:Penularan HIV/Aids di Kota Tasikmalaya Masih Didominasi LGBT! Hasil Pemeriksaan 808 LSL , 40 Orang PositifRAJA PLT!
Kondisi ini dapat membuat anak mudah lelah, lemas, pucat, sulit berkonsentrasi, hingga kurang aktif dibandingkan anak seusianya.
“Anemia pada anak jangan dianggap sepele. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat berdampak terhadap pertumbuhan, perkembangan otak, serta kualitas hidup anak di masa depan,” ujarnya saat kegiatan Ngobatan belum lama ini.
Ia menjelaskan, penyebab anemia pada anak cukup beragam, mulai dari kekurangan zat besi akibat asupan gizi yang tidak mencukupi, infeksi tertentu, hingga penyakit yang memengaruhi pembentukan sel darah merah.
Karena itu, dr. Jenni mengimbau orang tua untuk memastikan anak mendapatkan makanan bergizi seimbang yang kaya zat besi, seperti daging, hati, ikan, telur, sayuran hijau, dan kacang-kacangan. Konsumsi makanan yang mengandung vitamin C juga dianjurkan karena dapat membantu penyerapan zat besi dalam tubuh.
Selain menjaga pola makan, pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting dilakukan, terutama apabila anak menunjukkan gejala yang mengarah pada anemia.
“Semakin cepat anemia terdeteksi, semakin besar peluang untuk ditangani dengan baik sehingga tidak menimbulkan komplikasi yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak,” jelasnya.
RSUD Pandega Pangandaran juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pencegahan anemia pada anak melalui edukasi kesehatan, sehingga orang tua dapat mengenali faktor risiko dan melakukan langkah pencegahan sedini mungkin.(Deni Nurdiansah)
