RAJA PLT!

Hanafi raja plt kota tasikmalaya
Ilustrasi AI/ChatGPT
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ada pejabat yang mengejar jabatan. Ada pula jabatan yang seperti mengejar pejabat.

Hanafi, SH., MH. mungkin masuk kategori kedua. Birokrat asal Bima, Nusa Tenggara Barat itu telah menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan atau Asda II Sekretariat Daerah Kota Tasikmalaya.

Belum lama duduk di kursi definitif itu, datang lagi satu kursi. Kali ini kursi Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah atau BPKAD Kota Tasikmalaya. Ia menggantikan H Tedi Setiadi yang memasuki masa pensiun.

Baca Juga:Setoran Tidak Sesuai Target, Vendor Parkir di Kota Tasikmalaya Nunggak RetribusiAPBD Kota Tasik: Kebanyakan Lemak!

Maka lengkaplah sudah satu episode perjalanan panjang Hanafi di birokrasi Kota Tasikmalaya. Kalau jabatan definitif adalah rumah, Hanafi tampaknya sering mendapat kunci rumah tetangga. PLT.

Begitu seringnya ia mendapat mandat rangkap jabatan, muncul satu julukan yang sulit dibantah: “Raja PLT”. Bukan karena ia meminta. Justru karena ia sering diminta.

Hanafi bukan wajah baru di ruang mesin Pemerintah Kota Tasikmalaya. Ia pernah menjadi Kepala BPKAD. Pernah pula memimpin DPMPTSP. Ia pernah menjadi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.

Dari kursi itu pun ia pernah mendapat amanah sebagai Plt Asda II. Sebelumnya, ia juga pernah menjadi Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Pernah menjadi Plt Kepala BPBD.

Dan puncaknya, ia pernah dipercaya menjadi Plh Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya ketika Sekda H Asep Goparulloh menjalankan ibadah haji. Plh Sekda.

Itu bukan kursi kecil. Sekretaris daerah adalah simpul birokrasi. Hampir semua urusan pemerintahan pada akhirnya melewati meja itu.

Maka ketika seorang pejabat pernah dipercaya duduk di sana, walaupun hanya sebagai pelaksana harian, berarti ada tingkat kepercayaan tertentu yang diberikan kepadanya.

Baca Juga:10 Syarat Menuju Kursi KADIN!Pengelolaan Parkir di Kota Tasikmalaya Langganan Gagal! Inovasi Silih Berganti, Target Tak Pernah Tercapai

Sekarang ia kembali dipercaya memegang BPKAD. Tempat yang juga bukan sembarang tempat. Di sanalah angka-angka pemerintah dikumpulkan.

Di sanalah uang daerah direncanakan, dikelola, dibayarkan dan dipertanggungjawabkan. Kalau pemerintahan adalah tubuh, BPKAD salah satu ruang jantungnya. Dan Hanafi kembali masuk ke ruang mesin itu.

Yang menarik dari Hanafi justru bukan hanya banyaknya jabatan. Melainkan dari mana ia datang. Ia bukan alumni STPDN.

0 Komentar