Setoran Tidak Sesuai Target, Vendor Parkir di Kota Tasikmalaya Nunggak Retribusi

Parkir kota tasikmalaya
Kepala UPTD Pengelola Parkir Dishub Kota Tasikmalaya, Uen Haeruman
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Setelah mayoritas parkir badan jalan dikelola vendor, pemasukan dari retribusi masih belum mengalami peningkatan. Sebagian vendor yang bermitra dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tasikmalaya masih nunggak setoran dan belum bisa memenuhi kewajiban yang ditetapkan.

Kepala UPTD Pengelola Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tasikmalaya, Uen Haeruman, mengungkapkan realisasi target dari 18 vendor parkir hingga Juli 2026 masih belum sepenuhnya tercapai.

Menurut dia, capaian antarvendor masih fluktuatif. Sebagian vendor sudah memenuhi target, bahkan ada yang membayar target hingga dua bulan sekaligus di muka. Namun, sebagian lainnya masih belum mencapai target.

Baca Juga:APBD Kota Tasik: Kebanyakan Lemak!10 Syarat Menuju Kursi KADIN!

“Masih ada yang tercapai, ada yang belum. Fluktuatif,” kata Uen saat ditemui Radar, Selasa (11/8/2026).

Uen menjelaskan, kondisi vendor yang sudah maupun belum memenuhi target saat ini relatif berimbang. Jika dipersentasekan, perbandingannya sekitar 50:50.

“Masih imbang lah, fifty-fifty,” terangnya.

Kondisi tersebut, kata dia, salah satunya dipengaruhi oleh kemampuan juru parkir di lapangan dalam memenuhi target yang dibebankan vendor.

Ia memberikan gambaran, ketika juru parkir ditargetkan menyetor Rp500 ribu, tetapi realisasinya baru Rp200 ribu, kondisi serupa akhirnya turut berdampak kepada vendor seperti saat dikelola UPTD.

“Katanya di lapangan juru parkir belum bayar sesuai dengan yang ditargetkan. Sama seperti saat masih sama kita UPTD. Ditargetkan Rp500 ribu, bayarnya Rp200 ribu. Jadi sama vendor juga,” terangnya.

Dengan demikian, persoalan target tidak berhenti pada hubungan antara pemerintah dan vendor. Rantai setoran tersebut juga berkaitan langsung dengan kemampuan juru parkir mengumpulkan penerimaan di lapangan.

Di tengah persoalan tersebut, Dishub kini terus menguji pola digitalisasi parkir. Beberapa waktu kedepan, Dishub akan menerapkan pola digitalisasi baru pakai hape.

Baca Juga:Pengelolaan Parkir di Kota Tasikmalaya Langganan Gagal! Inovasi Silih Berganti, Target Tak Pernah TercapaiLumba-Lumba Terdampar dan Mati di Pantai Timur Pangandaran

Uen mengatakan sistem yang dicoba tetap melibatkan juru parkir, tetapi perangkatnya mulai bergeser menggunakan telepon seluler.

Dalam skema tersebut, kendaraan atau transaksi dapat dicatat secara langsung melalui perangkat yang digunakan petugas. Data tersebut diarahkan tercatat secara real time sehingga transaksi parkir lebih mudah dipantau.

“Polanya hampir sama, cuma si juru parkir bawa HP,” bebernya.

0 Komentar