Penularan HIV/Aids di Kota Tasikmalaya Masih Didominasi LGBT! Hasil Pemeriksaan 808 LSL , 40 Orang Positif

Kasus HIV AIDS kota Tasikmalaya, LGBt
Grafis kasus penularan HIv Aids di Kota Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kasus baru HIV-AIDS di Kota Tasikmalaya hingga Juni 2026 tercatat 88 kasus. 40 di antaranya terserang virus karena hubungan seks pria sesama jenis yang masuk kelompok LGBT.

Di tengah fenomena penyimpangan seks, ada ancaman penyakit yang tidak bisa disepelekan, yakni HIV/Aids. Kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) beberapa tahun terakhir selalu mendominasi penularan kasus.

Berdasarkan hasil reportase lapangan di Kota Tasikmalaya ini dari 808 orang LSL yang menjalani tes HIV hingga Juni 2026, ditemukan 40 kasus HIV positif atau sekitar 5 persen.

Baca Juga:Setoran Tidak Sesuai Target, Vendor Parkir di Kota Tasikmalaya Nunggak RetribusiAPBD Kota Tasik: Kebanyakan Lemak!

Angka tersebut dibenarkan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Tasikmalaya menjadi persentase tertinggi dibandingkan sejumlah kelompok yang turut dilakukan pengetesan.

Pengelola Program HIV AIDS KPAD Kota Tasikmalaya, Wawan Wardiana, mengatakan pola penularan HIV di Kota Tasikmalaya mengalami perubahan dibandingkan awal 2000-an.

“Kalau dulu penularan HIV kebanyakan dari pengguna narkoba suntik. Tapi sejak 2014 sampai sekarang lebih banyak dari perilaku seksual,” kata Wawan kepada Radar, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, kelompok LSL dalam data program HIV tidak otomatis identik dengan homoseksual.

LSL merupakan kategori berdasarkan perilaku seksual, sehingga seseorang yang memiliki pasangan perempuan atau istri juga dapat masuk dalam kategori tersebut apabila melakukan hubungan seksual dengan laki-laki.

“LSL itu bisa saja bukan dari kelompok homoseksual. Bisa juga heteroseksual, misalkan punya perempuan di rumah, tetapi di luar juga dengan laki-laki,” ujarnya.

Kondisi itu, kata Wawan, turut membuat angka LSL dalam pencatatan program terlihat tinggi karena kategori tersebut mengacu pada perilaku, bukan semata-mata identitas seksual seseorang.

Baca Juga:10 Syarat Menuju Kursi KADIN!Pengelolaan Parkir di Kota Tasikmalaya Langganan Gagal! Inovasi Silih Berganti, Target Tak Pernah Tercapai

Dari data itu menunjukkan kasus baru HIV-AIDS di Kota Tasikmalaya memang mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun. Pada 2024 tercatat 169 kasus baru, kemudian turun menjadi 146 kasus pada 2025. Sementara hingga Juni 2026 sudah tercatat 88 kasus.

Secara kumulatif sejak 2004 hingga Juni 2026 terdapat 1.595 kasus baru yang tervalidasi. Sekretaris KPAD Kota Tasikmalaya, Tarlan, mengatakan pola penularan juga tidak lagi didominasi pengguna narkoba suntik seperti pada periode awal ditemukannya kasus HIV.

“Sekarang alhamdulillah sudah beberapa tahun ini nol. Sudah tidak ada lagi penularan dari narkoba suntik,” tutur Tarlan.

0 Komentar