Massa Desak Pemkot Banjar Bentuk Tim Investigasi Tangani BWP

Audiensi
Massa saat menyampaikan maksud audiensi di ruang Gunung Sangkur Setda Kota Banjar, Rabu 12 Agustus 2026 . (Anto Sugiarto/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

BANJAR, RADARTASIK.ID – Sejumlah massa mendatangi kantor wali kota atau Sekretariat Daerah (Setda) Kota Banjar, Rabu 12 Agustus 2026. Mereka mempertanyakan terkait status aset tanah di tempat wisata Banjar Water Park (BWP).

Ketua Gibas Resort Kota Banjar Gintara Ginting meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar menjelaskan status aset BWP sedetail mungkin.

“Namun, dalam audiensi tadi kami belum mendapatkan rincian-rincian apa yang konkret dari Pemerintah Kota Banjar masih polemik dan belum ada penyelesaian,” ucapnya.

Baca Juga:Dorong Jalan Pamegatan-Singajaya Garut Masuk Status Jalan ProvinsiKawasan Pasar Baru Garut Akan Direnovasi, PKL Dipindahkan Sementara

Pihaknya, meminta Pemkot Banjar melakukan investigasi untuk menyelesaikan dinamika di BWP. Diketahui bersama BWP sampai saat ini mangkrak.

Dia mensinyalir ada oknum yang ikut campur dalam penyelesaian BWP, yang saat ini belum berprogres ke arah lebih baik.

“Padahal dari awal kita tidak mengarah atau menyerang ke seseorang, tapi mereka sendiri yang menyebutkan bahwa ada yang mendelegasikan dari seseorang untuk menyelesaikan dinamika BWP,” jelasnya.

Pihaknya menyayangkan hal tersebut. Delegasi untuk penyelesaian BWP bukan dari Pemkot Banjar.

Maka dari itu, pihaknya meminta Pemkot Banjar untuk membentuk tim investigasi selama tiga hari kedepan untuk menyelesaikan dinamika BWP.

Wakil Wali Kota Banjar H Supriana mengatakan audiensi ini bentuk perhatian dari rekan-rekan Gibas terkait legalitas lahan BWP.

“Harus ada upaya serius untuk menyelesaikan masalah ini, kita (Pemkot Banjar) terus berupaya jika belum selesai kita akan selesaikan,” jelasnya.

Baca Juga:Kondisi BWP Kota Banjar Memprihatinkan, Pj Wali Kota Siapkan Langkah IniSiswi SDN 3 Banjar Wakili Jabar Bersaing di FLS3N Tingkat Nasional pada Lomba Gambar Bercerita

Maka dari itu, perlu tim khusus untuk menyelesaikan permasalahan ini. Namun harus dikomunikasikan dulu dengan wali kota.

“Mungkin ada sesuatu yang belum terungkap, sehingga (BWP) stagnan atau berjalan di tempat. Tapi saya yakin, rekan-rekan kabid sudah bergerak dan berusaha menyelesaikan masalah ini,” ucapnya. (Anto Sugiarto)

0 Komentar