Renzo Ulivieri Sarankan Italia Lakukan Naturalisasi: Pemain Kulit Putih Belum Tentu Lebih Kuat dari Prancis

Renzo Ulivieri
Renzo Ulivieri  Foto: Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

Dari 26 pemain yang masuk skuad Prancis di Piala Dunia 2026, sebanyak 23 pemain lahir di Prancis.

Hanya tiga pemain yang lahir di luar negeri, yakni Brice Samba yang lahir di Republik Kongo, Marcus Thuram yang lahir di Italia, dan Michael Olise yang lahir di Inggris.

Sementara itu, hanya beberapa pemain yang diketahui berasal dari keluarga berdarah Prancis tanpa garis keturunan imigran dalam beberapa generasi terakhir, di antaranya Adrien Rabiot, Robin Risser, dan Maxence Lacroix.

Baca Juga:Siapa Brian Cipenga? Pemain Level Divisi Dua yang Buat Fans Inggris Jantungan Selama 1 Jam Liberali Menolak Pulang ke AC Milan: Pilih Gabung Como Meski Dirayu Cardinale

Keberagaman latar belakang tersebut justru menjadi salah satu kekuatan utama Prancis dalam menghasilkan pemain-pemain berkualitas yang mampu bersaing di level tertinggi dunia.

Selain berbicara mengenai tim nasional, Ulivieri juga dimintai komentar mengenai kemungkinan penunjukan Silvio Baldini sebagai pelatih baru Italia. Namun ia memilih berhati-hati.

“Saya tidak bisa berbicara banyak karena saya adalah teman dekatnya, bahkan keluarga kami juga saling mengenal. Saya sudah mengenalnya sejak lama. Lagi pula, bukan tugas saya memberikan penilaian mengenai hal seperti itu,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keputusan mengenai pelatih tim nasional sepenuhnya berada di tangan Presiden Federasi Sepak Bola Italia.

“Pelatih tim nasional akan dipilih oleh presiden federasi. Kami para pelatih tidak pantas memberikan penilaian mengenai keputusan tersebut. Saya yakin pilihan itu akan dibuat dengan tenang dan memiliki waktu yang cukup untuk mempertimbangkannya,” tutur Ulivieri.

Pernyataan Ulivieri diperkirakan akan memicu diskusi panjang di Italia.

Di satu sisi, banyak pihak menilai perubahan aturan kewarganegaraan dapat memperluas pilihan pemain bagi Azzurri.

Namun di sisi lain, isu tersebut juga menyentuh persoalan sosial dan politik yang selama ini menjadi perdebatan di Negeri Pizza.

Baca Juga:Tonali Gabung Tottenham, AC Milan Dapat Uang Kaget Rp200 MiliarTonali Pemain Italia Termahal Sepanjang Masa: Dibeli Tottenham Rp2,32 Triliun

Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, Ulivieri menegaskan bahwa tujuan utamanya bukan sekadar melakukan naturalisasi, melainkan memastikan Italia mampu mengikuti perubahan zaman agar tetap kompetitif di level sepak bola internasional.

0 Komentar