Penataan Belum Konsisten! PKL Masih Berjualan di Area Jogging Track Dadaha Tasikmalaya

PKL Jogging track Dadaha Kota Tasikmalaya
Kawasan Jogging Track Dadaha masih belum steril dari aktivitas Pedagang Kaki Lima, Rabu (12/8/2026). (Foto: Ujang Nandar/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya menata kawasan Kompleks Dadaha, khususnya area jogging track, belum sepenuhnya berjalan secara konsisten. Pasalnya, sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) masih ditemukan berjualan di sekitar fasilitas olahraga tersebut.

Keberadaan PKL itu terlihat pada pagi hingga siang hari. Kondisi tersebut dinilai sebagian pengunjung cukup mengganggu aktivitas masyarakat yang memanfaatkan jogging track untuk berolahraga.

Salah seorang pengunjung, Rahmawati (34), mengatakan keberadaan pedagang masih terlihat meskipun sebelumnya Pemkot Tasikmalaya telah melakukan penertiban dan penataan kawasan Dadaha.

Baca Juga:RAJA PLT!Setoran Tidak Sesuai Target, Vendor Parkir di Kota Tasikmalaya Nunggak Retribusi

“Iya, masih ada, Pak. Padahal katanya akan ditertibkan supaya tidak mengganggu masyarakat yang sedang berolahraga,” kata Rahmawati.

Menurutnya, area jogging track sebaiknya dibuat lebih steril dari aktivitas perdagangan. Selain memberikan kenyamanan bagi pengguna fasilitas olahraga, kondisi tersebut juga dinilai dapat menjaga estetika kawasan Dadaha.

Rahmawati menegaskan, dirinya tidak bermaksud menghilangkan PKL dari kawasan Dadaha. Menurutnya, para pedagang tetap harus diberikan ruang untuk berjualan, tetapi lokasinya perlu ditata dan dipusatkan pada area tertentu.

“PKL jangan dihilangkan dari Dadaha, tetapi ditata supaya lebih bagus. Seperti di daerah lain, misalnya Ciamis, ada shelter khusus untuk PKL,” ujarnya.

Ia juga menyarankan Pemkot Tasikmalaya memasang rambu atau papan informasi yang secara jelas melarang aktivitas berjualan di area jogging track. Menurutnya, keberadaan rambu tersebut penting sebagai bentuk pemberitahuan kepada pedagang sekaligus pengguna kawasan mengenai fungsi masing-masing area.

“Itu sebagai peringatan saja. Kalau ada yang melanggar, bisa ditunjukkan bahwa area tersebut memang bukan untuk berjualan dan sudah dikhususkan sebagai tempat olahraga,” katanya.

Hal senada disampaikan pengunjung lainnya, Roni (34). Ia menilai area jogging track sebaiknya steril dari aktivitas perdagangan agar masyarakat dapat berolahraga dengan lebih nyaman. Namun, Roni juga memahami bahwa keberadaan PKL merupakan bagian dari aktivitas ekonomi di kawasan Dadaha. Karena itu, ia menyarankan agar Pemkot menyediakan lokasi khusus sehingga para pedagang tetap dapat berjualan tanpa mengganggu fasilitas olahraga.

Baca Juga:APBD Kota Tasik: Kebanyakan Lemak!10 Syarat Menuju Kursi KADIN!

“Difokuskan satu titik saja. Untuk PKL seharusnya seperti itu. Kalau tidak ada PKL di ruang terbuka hijau, kawasan juga tidak akan ramai,” tuturnya.

0 Komentar