Hari ke-3! Pencarian Suprianto, Tekong yang Hilang di Pantai Barat Pangandaran Masih Membuahkan Hasil

Pantai Barat pangandaran, pencarian tekong hilang
Lokasi yang menjadi salah satu area pencarian tekong atau nakhoda yang hilang di perairan Pantai Barat Pangandaran, Rabu (12/8/2026). (Foto: Deni Nurdiansah/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Upaya pencarian tekong yang hilang, Suprianto (40) oleh Tim SAR gabungan belum membuahkan hasil hingga Rabu (12/8/2026). Jika kondisi memungkinkan, penyelaman akan dilakukan guna memperluas ruang pencarian.

Kepala Pos SAR Pangandaran Edwin Purnama mengatakan, proses pencarian masih dilakukan dengan menyisir kawasan pesisir dan perairan di sekitar lokasi kejadian, termasuk wilayah perairan Cagar Alam.

“Upaya pencarian pada hari ketiga ini terus dilakukan. Tapi, sampai siang ini masih nihil,” katanya kepada Radar Rabu (12/8/2026).

Baca Juga:Penularan HIV/Aids di Kota Tasikmalaya Masih Didominasi LGBT! Hasil Pemeriksaan 808 LSL , 40 Orang PositifRAJA PLT!

Menurutnya, tim SAR masih mempertimbangkan kondisi perairan sebelum melakukan penyelaman. Gelombang tinggi menjadi kendala utama dalam pencarian bawah air. “Untuk penyelaman kita masih melihat situasi dan kondisi perairan,” katanya.

Ia menyebut, berdasarkan informasi BMKG, kondisi gelombang di perairan Pangandaran masih cukup tinggi sehingga penyelaman belum memungkinkan dilakukan.”Tapi jika situasi dan kondisi memungkinkan kita akan lakukan penyelaman,” ucapnya.

Pihaknya tetap mengerahkan perahu jukung untuk melakukan pencarian hingga radius beberapa kilometer. “Kita berharap agar korban segera ditemukan, tentunya dalam keadaan selamat,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Seorang Tekong atau nahkoda perahu bernama Suprianto hilang di Pantai Barat Pangandaran dan masih dalam pencarian hingga Selasa (11/8/2026). Hal itu terjadi saat korban membawa 6 nelayan untuk mencari ikan layur. Tanpa diduga, perahu yang ditumpangi dihantam gelombang tinggi, hingga terbalik.

Koordinator pos SAR Pangandaran Edwin Purnama mengatakan, perahu tersebut bertolak untuk mencari ikan, tiba-tiba saja gelombang setinggi kurang lebih 3 meter menghantam perahu.(Deni Nurdiansah)

0 Komentar