CIAMIS, RADARTASIK.ID – Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) bersama Dharma Wanita dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Ciamis menggelar Pelatihan Vokasional Tata Rias Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) di Aula Gedung KORPRI Ciamis, Jumat (25/9/2026).
Pelatihan tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, kemandirian, dan produktivitas perempuan kepala keluarga agar keterampilan tata rias dapat dikembangkan menjadi peluang usaha sekaligus kekuatan ekonomi keluarga.
Kepala DP2KBP3A Ciamis Dr H Yoyo MMKes mengatakan pelatihan vokasional tata rias merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui DP2KBP3A dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian perempuan, khususnya perempuan kepala keluarga.
Baca Juga:Portal Papayan-Cikalong Dipersoalkan, Pengusaha Minta Truk Legal Tak DibatasiBangun Sinergi dengan KPAID, Kemenag Kabupaten Tasikmalaya Siapkan Formulasi Tangani Bullying di Madrasah
Menurutnya, pemberdayaan perempuan tidak hanya berkaitan dengan pemberian keterampilan, tetapi juga membuka kesempatan, membangun kepercayaan diri, meningkatkan kemandirian ekonomi, serta memberikan ruang bagi perempuan untuk berkembang dan mengambil peran dalam pembangunan.
“Melalui pelatihan tata rias ini, saya berharap para peserta tidak hanya memperoleh kemampuan dalam merias diri maupun orang lain, tetapi juga dapat melihat keterampilan tersebut sebagai peluang usaha yang memiliki nilai ekonomi,“ katanya kepada Radar, Jumat (25/9/2026).
Ia menilai perempuan berdaya merupakan perempuan yang mampu mengenali potensi, mengembangkan kemampuan, dan mengubah peluang menjadi kemandirian.
“Setiap perempuan memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi sebuah kekuatan, termasuk menjadi kekuatan ekonomi bagi keluarga,“ ujarnya.
Karena itu, peserta didorong menjadikan pelatihan tersebut sebagai langkah awal untuk mengembangkan potensi, meningkatkan kepercayaan diri, serta membangun usaha secara mandiri.
“Setelah peserta mengikuti kegiatan ini, harus mampu mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi kegiatan produktif, seperti jasa tata rias, usaha kecantikan, maupun bentuk usaha kreatif lainnya,“ katanya.
“Lebih jauh lagi, mudah-mudahan kegiatan ini dapat melahirkan perempuan-perempuan yang percaya diri, mandiri, kreatif, dan mampu menjadi penggerak ekonomi di lingkungan keluarga dan masyarakat,“ tambahnya.
Baca Juga:Potensi Zakat Dapur MBG di Kabupaten Tasikmalaya Tembus Rp 4,5 Miliar, Ini Kata BAZNASAnggota DPRD Jabar Arip Rachman Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Temui Warga di Cibeureum Kota Tasikmalaya
Yoyo juga berpesan agar peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh dan tidak berhenti pada pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan.
