TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ada polisi yang datang dengan sirene. Ada pula yang datang dengan senyum. AKBP Andi Purwanto tampaknya memilih yang kedua.
Ia baru sekitar enam bulan memimpin Polres Tasikmalaya Kota. Waktu yang, jika dihitung dengan kalender birokrasi, bahkan belum cukup untuk benar-benar mengubah banyak hal. Tetapi anehnya, enam bulan itu terasa lebih panjang daripada angkanya.
Kini ia harus berkemas. Mutasi kembali datang. Sebuah tradisi yang sudah menjadi napas di tubuh Polri. Jabatan Kapolres Tasikmalaya Kota ditinggalkannya untuk mengemban amanah baru sebagai Kapolres Subang.
Baca Juga:Solidaritas untuk Supriadi, Perempuan Pejuang Agraria Titipkan Sepasang Kambing di Polres TasikmalayaKetua BEM FH UBK Akui Terima Uang Sebelum Unjuk Rasa di Depan Istana, Civitas Kampus Tuntut Sanksi Tegas
Tongkat komando akan diteruskan oleh AKBP Andik Eko Siswanto, yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Jawa Barat.
Mutasi memang biasa. Tetapi setiap perpindahan selalu meninggalkan cerita yang berbeda.
Tasikmalaya Kota bukan daerah yang sepi dinamika. Kota ini hidup 24 jam. Aktivitas ekonomi bergerak. Organisasi masyarakat tumbuh. Komunitas bermunculan. Politik lokal tak pernah benar-benar tidur. Gesekan kecil selalu ada. Potensi konflik juga tidak pernah benar-benar hilang.
Karena itu, ukuran keberhasilan seorang kapolres bukan sekadar banyaknya kasus yang diungkap. Melainkan ketika masyarakat merasa aman tanpa menyadari bahwa keamanan itu sedang dijaga.
Di situlah Andi bekerja. Tidak banyak pidato. Tidak banyak pencitraan. Lebih sering terlihat hadir.
Menghadiri kegiatan warga. Menyapa pedagang. Berdialog dengan tokoh agama. Bersalaman dengan anak-anak muda. Duduk bersama komunitas. Bahkan tak jarang sekadar mendengar keluhan masyarakat tanpa protokoler yang berlebihan.
Kesederhanaan itu ternyata menjadi bahasa komunikasi yang paling mudah dipahami publik. Gaya kepemimpinannya juga menarik. Kalem. Tetapi jangan salah mengartikan kalem sebagai lemah.
Baca Juga:Di Balik Panggung Anniversary STC ke-28: Pasukan Tanpa Honor!Bukan Sekadar Kinclong!
Di balik nada bicara yang pelan, keputusan-keputusan tetap berjalan tegas. Penegakan hukum tetap dilakukan. Pengamanan agenda masyarakat berlangsung tanpa kegaduhan. Personel bekerja dengan ritme yang disiplin.
Barangkali inilah yang membuat suasana Kota Tasikmalaya selama enam bulan terakhir terasa relatif kondusif. Tidak sempurna. Tetapi cukup tenang.
Dalam dunia kepolisian, suasana yang tenang justru sering kali merupakan prestasi yang tidak terlihat. Karena berita baik memang jarang menjadi berita.
