Penerimaan Negara Capai Rp 528 Miliar, Pemerintah Daerah di Priangan Timur Belum Salurkan DAK Fisik

Penerimaan Negara
Kepala KPPN Tasikmalaya, Zaenal Abidin, menyampaikan kinerja fiskal di wilayah Priangan Timur hingga akhir Mei 2026 pada konferensi pers Selasa, 23 Juni 2026. (Dok. KPPN Tasikmalaya)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Dalam rangka penyampaian kinerja APBN Regional, Kemenkeu Satu lingkup regional Priangan Timur bersama BPKD Kabupaten Ciamis menyelenggarakan Press Conference APBN periode sampai dengan Mei 2026 yang dilaksanakan secara daring pada, Selasa, 23 Juni 2026, yang mengundang seluruh satuan kerja dan instansi pemerintah daerah.

Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tasikmalaya, Zaenal Abidin, menyampaikan bahwa kinerja fiskal di wilayah Priangan Timur hingga akhir Mei 2026 menunjukkan APBN tetap berperan sebagai instrumen utama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pembangunan daerah.

Realisasi penerimaan negara mencapai Rp 528,58 miliar atau 34,36 persen dari target tahunan sebesar Rp 1,54 triliun, ditopang oleh penerimaan perpajakan dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Baca Juga:Tak Perlu Antre di Kantor, Klaim JHT Kini Bisa Cair dari Rumah Lewat JMOHadapi Porprov Jabar 2026, Ratusan Atlet Kabupaten Tasikmalaya Kini Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Di sisi belanja, pemerintah telah merealisasikan belanja Rp 3,76 triliun atau 43,90 persen dari pagu APBN sebesar Rp 8,57 triliun, dengan porsi terbesar berasal dari Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp 2,90 triliun dan Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp 856,64 miliar.

Capaian tersebut mencerminkan APBN terus menjadi penggerak aktivitas ekonomi sekaligus menjaga kesinambungan pelayanan publik di wilayah Priangan Timur.

Belanja Pemerintah Pusat masih didominasi oleh belanja pegawai, sementara pertumbuhan tertinggi terjadi pada belanja modal yang meningkat signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu.

Meskipun demikian, masih terdapat sejumlah satuan kerja yang perlu mempercepat penyerapan belanja barang maupun belanja modal agar target Triwulan II dapat tercapai.

Sejalan dengan arahan Menteri Keuangan, seluruh kementerian/lembaga didorong melakukan akselerasi pelaksanaan anggaran, mempercepat penyelesaian kontrak dan pembayaran, mengoptimalkan pelaksanaan program prioritas, serta menjaga kualitas belanja agar manfaat APBN dapat dirasakan masyarakat lebih cepat dan tidak terkonsentrasi pada akhir tahun anggaran.

Dari sisi Transfer ke Daerah, penyaluran hingga Mei 2026 mencapai 47,28 persen dari pagu atau Rp 2,90 triliun, lebih baik dibandingkan tingkat penyaluran pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penyaluran terutama didorong oleh Dana Alokasi Umum, Dana Bagi Hasil, DAK Nonfisik, dan Dana Desa, meskipun sebagian alokasi masih menunggu pemenuhan persyaratan dari pemerintah daerah.

Baca Juga:GTT Bidik Juara Umum Kyorugi di The 2nd International Gelora Taekwondo Indonesia Championship 2026Perlindungan Pekerja: BPJS Ketenagakerjaan dan Pemprov Jabar Salurkan Rp 49,3 M, Cabang Banjar Rp 37 M

Pemerintah juga terus mendorong percepatan penyaluran DAK Fisik, Dana Desa tahap berikutnya, serta pemenuhan mandatory spending agar kualitas belanja daerah semakin efektif dalam mendukung pelayanan publik dan pembangunan di seluruh kabupaten/kota wilayah Priangan Timur.

0 Komentar