GTT Bidik Juara Umum Kyorugi di The 2nd International Gelora Taekwondo Indonesia Championship 2026

International 2nd Gelora Taekwondo Indonesia Championship 2026
Para atlet Galunggung Taekwondo Team (GTT) berfoto bersama saat bersiap mengikuti ajang International 2nd Gelora Taekwondo Indonesia Championship 2026 yang digelar di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), 18–21 Juni 2026. (Istimewa)
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Galunggung Taekwondo Team (GTT) menunjukkan performa impresif pada ajang bergengsi The 2nd International Gelora Taekwondo Indonesia Championship 2026 yang digelar di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), 18–21 Juni 2026.

Memasuki hari kedua pertandingan, kontingen asal Tasikmalaya tersebut berhasil mengoleksi 11 medali, terdiri dari 4 medali emas, 4 medali perak, dan 3 medali perunggu.

Kejuaraan internasional yang resmi dibuka pada Jumat (19/6/2026) ini menjadi salah satu agenda penting dalam kalender pembinaan atlet taekwondo nasional. Sebanyak 3.000 atlet dari 21 provinsi di Indonesia serta peserta dari empat negara tetangga (Australia, Malaysia, Brunei Darussalam dan Timor Leste) ambil bagian dalam kompetisi yang mengusung tema “Welcome to the Jungle” sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Baca Juga:Perlindungan Pekerja: BPJS Ketenagakerjaan dan Pemprov Jabar Salurkan Rp 49,3 M, Cabang Banjar Rp 37 MNegara Hadir untuk Pekerja Rentan, BPJS Ketenagakerjaan dan Pemprov Jabar Salurkan Rp 49,3 Miliar

Turunkan 21 Atlet dari Berbagai Kelompok Usia

Pada kejuaraan ini, GTT mengirimkan 21 atlet yang berasal dari kelompok usia SD, SMP, hingga SMA. Mereka berlaga pada dua kategori utama, yakni Kyorugi (tarung) dan Poomsae (jurus).

Rombongan GTT berangkat menuju Yogyakarta pada 17 Juni 2026 menggunakan kombinasi transportasi kereta api dan mobil pribadi. Total sebanyak 72 orang, yang terdiri atas pelatih, atlet, ofisial, dan orang tua, turut mendampingi perjalanan kontingen.

Head Coach GTT, Sabeum Nim Bagus Sukma Gumilang, menyebut kejuaraan ini memiliki nilai yang sangat besar bagi perkembangan atlet.

“Event kejuaraan internasional ini sangat bernilai. Ini merupakan ajang yang sangat bergengsi dengan kualitas peserta yang sangat baik,” ujarnya.

Menurut Bagus, persaingan yang ketat justru menjadi kesempatan bagi para atlet untuk mengukur kemampuan sekaligus meningkatkan pengalaman bertanding di level yang lebih tinggi.

Bukan Sekadar Medali, GTT Kejar Pengalaman dan Kekompakan Tim

Selain memburu prestasi, GTT juga membawa sejumlah target penting dalam keikutsertaannya di Yogyakarta.

Target utama yang dibidik adalah meraih gelar juara umum kategori Kyorugi. Namun, di balik ambisi tersebut, GTT juga menekankan pentingnya peningkatan jam terbang atlet, evaluasi menyeluruh terhadap proses latihan, serta memperkuat kekompakan tim.

Baca Juga:Laptop Video Editing Terbaik 2026: Kuat Libas Resolusi 4K & 8KInvestor Tahan Napas, Inilah 4 Skenario yang Mungkin Terjadi setelah Pengumuman Review MSCI

“Ajang ini menjadi sarana pembelajaran dan evaluasi bagi atlet maupun pelatih. Selain itu, kami ingin membangun kekompakan antara pelatih, atlet, ofisial, dan orang tua,” kata Bagus.

0 Komentar