RADARTASIK.ID – Restrukturisasi besar-besaran yang dilakukan AC Milan di level manajemen terus menuai kontroversi di Italia.
Setelah sejumlah pengamat mempertanyakan keputusan klub yang menunjuk figur-figur internal dan mayoritas petinggi asing untuk mengisi posisi strategis, kini kritik lebih keras datang dari jurnalis senior Italia, Fabrizio Biasin.
Menurut Biasin, pemilik AC Milan, Gerry Cardinale, telah memberikan harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan kepada para pendukung Rossoneri terkait proyek manajemen baru klub.
Baca Juga:Petinggi AC Milan Dikuasai Antek Asing, Ini Kata Pengamat di ItaliaCEO Juventus Akan Bertemu Agen Franck Kessie: Siap Rekrut Jika Terima Tawaran Gaji 5 Juta Euro
Dalam program televisi QSVS, Biasin menyoroti proses panjang yang dilakukan Milan untuk mencari sosok-sosok baru yang akan memimpin klub setelah berbagai perubahan besar dalam struktur organisasi.
Sebagaimana diketahui, beberapa hari lalu AC Milan resmi mengumumkan susunan manajemen baru.
Struktur tersebut menempatkan Cardinale sebagai figur sentral bersama CEO Massimo Calvelli dan pelatih Ruben Amorim.
Di sektor olahraga, Hendrik Almstadt dipercaya sebagai Director of Player Trading, didampingi Bobby Gardiner sebagai Director of Football Intelligence dan Donato Lomonte sebagai Direktur Scouting.
Sementara proyek pemain muda tetap berada di bawah kendali Jovan Kirovski dan Vincenzo Vergine.
Namun, keputusan tersebut justru memunculkan tanda tanya karena sebagian besar nama yang dipromosikan bukan figur baru, melainkan orang-orang yang selama ini sudah bekerja di balik layar Milan.
Fabrizio Biasin menilai situasi tersebut bertolak belakang dengan narasi yang selama berbulan-bulan dibangun oleh manajemen klub.
Baca Juga:Tangan Tuhan Maradona, Momen Messi Jadi Pencetak Gol Terbanyak di Piala DuniaDuel Prancis vs Irak Ditunda Karena Ancaman Badai Petir, FIFA Tak Punya Aturan Hadapi Cuaca Buruk
“Ketika sebuah klub memutuskan merombak total jajaran direksi setelah kegagalan olahraga, itu bisa dipahami dan bahkan masuk akal. Tetapi syaratnya satu, mereka harus tahu persis apa yang ingin dilakukan,” ujar Biasin.
Menurutnya, berbagai peristiwa yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir justru menunjukkan bahwa Milan tidak memiliki arah yang jelas.
Ia menyoroti kabar yang beredar sebelumnya bahwa Cardinale dan RedBird melakukan pencarian luas ke berbagai negara Eropa untuk menemukan kandidat terbaik mengisi posisi penting di klub.
Bahkan, Milan disebut menggunakan jasa perusahaan perekrutan profesional untuk mencari direktur olahraga dan eksekutif baru yang dianggap mampu membawa klub kembali bersaing di level tertinggi.
