Namun hasil akhirnya justru mengejutkan.
“Jika Anda bercerita bahwa Anda berkeliling Eropa, atau menggunakan agen pencari eksekutif untuk menemukan orang-orang terbaik bagi proyek baru Milan, lalu setelah semua proses itu keputusan akhirnya adalah menunjuk orang-orang yang sudah ada di dalam klub, maka ada sesuatu yang tidak masuk akal,” kata Biasin.
Menurutnya, langkah tersebut sama saja dengan membatalkan seluruh rencana yang sebelumnya dipromosikan kepada publik.
Lebih jauh lagi, Biasin menilai manajemen Milan telah membohongi para pendukung yang selama ini menunggu kehadiran figur-figur besar dan berpengalaman di sepak bola Eropa.
Baca Juga:Petinggi AC Milan Dikuasai Antek Asing, Ini Kata Pengamat di ItaliaCEO Juventus Akan Bertemu Agen Franck Kessie: Siap Rekrut Jika Terima Tawaran Gaji 5 Juta Euro
“Pada akhirnya Anda memilih orang-orang yang sudah ada di rumah sendiri, orang-orang yang selama ini bekerja di lapisan bawah organisasi dan tidak begitu dikenal publik. Itu berarti Anda telah menyangkal proyek yang sebelumnya Anda jual kepada para penggemar,” tegasnya.
Kritik Biasin sejalan dengan komentar sejumlah pengamat lain yang sebelumnya juga mempertanyakan arah baru Milan.
Carlo Pellegatti, salah satu jurnalis yang paling dekat dengan lingkungan Rossoneri, mengaku lebih berharap Milan merekrut sosok berpengalaman seperti Adriano Galliani atau Ralf Rangnick.
Ia bahkan menyebut struktur baru ini sebagai pilihan yang sangat berisiko karena dipimpin figur yang belum memiliki rekam jejak kuat di level elite sepak bola.
Sementara Stefano Mattei mencontohkan kesuksesan Inter Milan yang dibangun di bawah kepemimpinan Giuseppe Marotta serta dominasi Juventus ketika masih dipimpin orang yang sama.
Menurutnya, klub besar membutuhkan sosok pemimpin berpengalaman, bukan sekadar struktur modern berbasis data.
Semakin banyaknya kritik menunjukkan bahwa proyek Cardinale kini berada di bawah tekanan besar bahkan sebelum musim baru dimulai.
Baca Juga:Tangan Tuhan Maradona, Momen Messi Jadi Pencetak Gol Terbanyak di Piala DuniaDuel Prancis vs Irak Ditunda Karena Ancaman Badai Petir, FIFA Tak Punya Aturan Hadapi Cuaca Buruk
Jika sebelumnya para suporter kecewa karena performa tim di lapangan, kini keraguan juga mulai mengarah pada orang-orang yang akan menjalankan klub dari balik meja.
Bagi sebagian pendukung Milan, masalah utamanya bukan terletak pada nama-nama yang ditunjuk, melainkan pada ekspektasi yang dibangun selama berbulan-bulan.
Mereka berharap hadirnya direktur kelas dunia atau tokoh besar sepak bola Eropa, tetapi yang muncul justru promosi internal terhadap figur yang sudah lama berada dalam organisasi.
