Selain persoalan PAD, Nurul juga menyinggung kondisi RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya.
Berdasarkan pengalaman pribadinya saat menjalani perawatan selama empat hari, pelayanan tenaga kesehatan dinilai sudah baik.
Namun, ia melihat masih terdapat persoalan pada aspek fasilitas dan tingkat okupansi rumah sakit.
Baca Juga:Visualize 2.0 BTH Tasikmalaya Dorong Ide Mahasiswa Jadi Dampak DigitalPasokan Telur Dijaga, Inflasi Pangan di Kota Tasikmalaya Tak Dibiarkan Mengganas
“Pelayanannya bagus, tidak ada masalah. Tetapi fasilitas dan pemeliharaan masih perlu ditingkatkan. Yang juga menjadi perhatian, saat saya dirawat banyak ruang perawatan yang kosong, sementara rumah sakit swasta justru penuh,” ungkapnya.
Menurut Nurul, kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius mengingat RSUD merupakan salah satu penopang pendapatan daerah dari sektor layanan kesehatan.
Ia meminta pemerintah kota berani melakukan pembenahan, termasuk berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun Kementerian Kesehatan.
Tak hanya itu, Nurul juga menyoroti pentingnya memperkuat peran Inspektorat sebagai garda terdepan pengawasan internal pemerintah daerah.
Ia mengungkapkan, untuk pertama kalinya Pansus sempat menggelar rapat langsung di Kantor Inspektorat guna melihat kondisi riil lembaga tersebut.
Menurutnya, Inspektorat harus diperkuat agar mampu menjadi “tangan kanan” wali kota dalam mengawal pengelolaan APBD sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan, sehingga potensi penyimpangan dapat dicegah sebelum menjadi temuan.
“Kalau fungsi pengawasan internal berjalan maksimal, kepala daerah tidak perlu selalu menunggu temuan eksternal. Inspektorat harus menjadi mata dan telinga pemerintah dalam menjaga APBD,” tegasnya.
Baca Juga:Adira Expo Tasikmalaya Selama 3 Hari di Plaza Asia Tawarkan Solusi Finansial saat Libur SekolahFiskal Kota Tasikmalaya Seret Tak Sesuai Proyeksi, JJP Jadi Strategi Diky Candra Jemput PAD
Di akhir penyampaiannya, Nurul mengingatkan bahwa kondisi keuangan daerah yang sedang berat menuntut pemerintah melakukan berbagai terobosan.
Ia berharap seluruh jajaran pemerintah kota tetap berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada masyarakat meski ruang fiskal semakin terbatas.
“Jangan sampai masyarakat kecewa karena kita tidak mampu berinovasi menghadapi kondisi keuangan seperti sekarang. Justru saat anggaran sempit, pemerintah dituntut bekerja lebih kreatif dan lebih efektif,” pungkasnya. (rezza rizaldi)
