TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Di tengah derasnya arus transformasi digital, ide tanpa eksekusi hanya akan menjadi catatan di buku.
Berangkat dari semangat itu, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) S1 Bisnis Digital Universitas Bakti Tunas Husada (BTH) menggelar Pameran Visualize 2.0 bertema Visualizing Ideas Into Digital Impact, Senin-Selasa (22-23/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Universitas BTH tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana sebuah gagasan dapat diolah menjadi karya yang memberi dampak di era digital.
Baca Juga:Pasokan Telur Dijaga, Inflasi Pangan di Kota Tasikmalaya Tak Dibiarkan MengganasAdira Expo Tasikmalaya Selama 3 Hari di Plaza Asia Tawarkan Solusi Finansial saat Libur Sekolah
Ketua Panitia Visualize 2.0, Falerina Rahmatunnisa Chaniago, mengatakan tema yang diusung bukan sekadar slogan.
Melainkan ajakan agar mahasiswa mampu menerjemahkan kreativitas menjadi solusi yang relevan dengan perkembangan teknologi.
“Tujuan kami memvisualisasikan sebuah ide menjadi dampak digital, terutama di era sekarang yang serba digital,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).
“Kami ingin menunjukkan bahwa sebuah proyek yang awalnya hanya berupa pemikiran dapat berkembang menjadi sesuatu yang bermanfaat,” sambungnya.
Pada hari pertama, peserta mengikuti workshop desain grafis yang menghadirkan praktisi di bidang kreatif.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan talkshow bersama Huzaifah Aslam, dai generasi Z asal Kota Tasikmalaya yang membahas pentingnya kreativitas dan pemanfaatan media digital secara positif.
Sementara pada hari kedua, panitia menghadirkan workshop Payung Geulis yang dipandu perajin dari HIPSIK Tasikmalaya, Kang Eri.
Baca Juga:Fiskal Kota Tasikmalaya Seret Tak Sesuai Proyeksi, JJP Jadi Strategi Diky Candra Jemput PADHonor Pendamping Kelurahan Kota Tasikmalaya Tertahan karena DAU Specific Grant Belum Turun ke Kas Daerah
Workshop tersebut menjadi upaya menggabungkan kearifan lokal dengan sentuhan inovasi digital agar produk budaya tetap memiliki daya saing.
Menurut Falerina, rangkaian kegiatan ini dirancang agar peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga pengalaman praktik dalam mengembangkan ide kreatif.
Ia berharap Visualize 2.0 mampu menumbuhkan kesadaran bahwa kreativitas memiliki nilai ketika diwujudkan menjadi karya yang memberi manfaat bagi masyarakat.
“Harapannya, masyarakat maupun mahasiswa semakin sadar bahwa sebuah ide yang sederhana bisa berkembang menjadi dampak digital yang besar apabila diwujudkan dengan kreativitas dan konsistensi,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, HMPS S1 Bisnis Digital Universitas BTH juga ingin memperkuat budaya inovasi di kalangan mahasiswa.
Sebab, di era digital saat ini, bukan lagi siapa yang memiliki ide paling banyak, melainkan siapa yang mampu mengubah ide menjadi karya nyata yang memberi dampak.
