Kerugian Mencapai Rp 100 Juta! Toko Buku di Pangandaran Terbakar, Diduga Korsleting Listrik Kabel Mesin EDC

Kebakaran toko buku di pangandaran
Petugas Damkar Satpol PP Pangandaran menangani kebakaran di salah satu toko buku di Desa Pananjung, Senin (3/8/2026)
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID– Kebakaran melanda Toko Buku Al Hikmah di Desa Pananjung Pangandaran, Senin pagi (3/8/2026). Kemunculan api diduga dipicu oleh korsleting listrik dari kabel mesin electronic data capture (EDC).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.28 WIB di mana warga mendapati kepulan asap keluar dari bangunan toko. Dipastikan ada kebakaran, hal itu pun dilaporkan ke petugas pemadam kebakaran (damkar).

Kasatpol PP Kabupaten Pangandaran Bangi melalui Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Ade mengatakan kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada mesin EDC yang masih terhubung ke aliran listrik.

Baca Juga:Soal Klaim Kepemilikan Sempadan Pantai di Madasari, Bupati Pangandaran Akan Cek Asal-usul SertifikatRencana Portal Jalan di Tasikmalaya Selatan Dinilai Tak Adil, Paguyuban Pengusaha Minta Dikaji Ulang

Menerima laporan dari masyarakat, personel pemadam kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Pangandaran langsung bergerak ke lokasi.

Dengan jarak tempuh sekitar 5 kilometer dan waktu respons sekitar tujuh menit, petugas segera melakukan pemadaman sehingga api berhasil dikendalikan dan tidak meluas ke bangunan di sekitarnya.

“Diduga terjadi lelehan pada jaringan listrik mesin EDC yang masih terhubung ke listrik sehingga memicu kebakaran,” ucapnya saat dihubungi Senin.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.15 WIB. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran menghanguskan sebagian isi toko.

“Sejumlah buku mengalami kerusakan parah akibat terbakar maupun terkena kepulan asap. Selain itu, sejumlah uang tunai yang berada di dalam toko juga ikut hangus,” ucapnya.

Nilai keseluruhan aset toko diperkirakan mencapai Rp 2,3 miliar, sementara kerugian akibat kebakaran ditaksir sekitar Rp 100 juta. Berkat penanganan cepat petugas, aset senilai sekitar Rp 2,2 miliar berhasil diselamatkan.

Ia mengimbau masyarakat agar memastikan seluruh peralatan listrik, termasuk mesin transaksi elektronik, dicabut dari sumber listrik setelah digunakan. “Ya agar menghindari risiko korsleting yang dapat memicu kebakaran seperti kejadian sekarang ini,” ucapnya.(Deni Nurdiansah)

0 Komentar