PANGANDARAN, RADARTASIK.ID–Pedagang pasar mengeluhkan perbaikan drainase yang dijanjikan Pemkab Pangandaran tak kunjung terealisasi. Kondisi drainase yang sudah rusak membuat lingkungan pasar dilanda becek genangan.
Pengurus Himpunan Pedagang Pasar Pananjung (HP2P), Opik mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pangandaran terkait rencana pembangunan tersebut. Namun, jawaban yang diterimanya justru mengecewakan.
“Katanya, tahun ini tidak ada anggaran untuk membangun jalan dan saluran drainase,” ujarnya belum lama ini.
Baca Juga:Ketua dan Sekretaris SC Mukota Kadin Kota Tasikmalaya Pamit !Mukota Kota Tasik Ditunda, Ada KADIN Jabar di Pusaran Cerita!
Ia mengatakan bahwa rencana pembangunan jalan dan drainase sebelumnya telah dibahas dalam rapat. Bahkan, anggarannya disebut mencapai sekitar Rp1 miliar. “Tapi kok tiba-tiba anggarannya nol,” ungkapnya.
Kondisi jalan pasar yang becek dan tergenang air, terutama saat musim penghujan, membuat pedagang akhirnya berinisiatif melakukan perbaikan secara swadaya. Mereka menggalang dana untuk membeli batu split dan melakukan pengecoran di sejumlah bagian jalan pasar. Namun, perbaikan tersebut belum dapat dilakukan secara menyeluruh.
“Kami juga sudah melakukan pengecoran melalui swadaya untuk mengurangi genangan air supaya tidak kumuh dan becek,” ucapnya.
Kepala Dinas Koperasi UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pangandaran Tedi Garnida mengatakan, pembangunan drainase di Pasar Pananjung sebenarnya telah diusulkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026.
Selain drainase Pasar Pananjung, terdapat pula rencana pekerjaan pengaspalan di Pasar Kalipucang dan Pasar Parigi. “Sudah diusulkan melalui APBD Perubahan tahun 2026, termasuk pekerjaan pengaspalan di Pasar Kalipucang dan Pasar Parigi,” katanya
Sebelumnya, Pemkab Pangandaran melalui Dinas Koperasi pernah mengungkapkan besaran anggaran perbaikan drainase tersebut, yang mencapai Rp 500 juta per pasar.(Deni Nurdiansah)
