Identitas Harus Terjaga, ‎Damas Diminta Jadi Benteng Budaya Sunda di Kota Tasikmalaya

milangkala damas, diky candra
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Chandranegara bersama kader Daya Mahasiswa Sunda (Damas) dalam acara Milangkala ke-70 Damas di Jalan KHZ Mustofa, Sabtu (12/9/2026).
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Daya Mahasiswa Sunda (Damas) diminta tak sekadar menjadi wadah pelestarian budaya. Mereka juga mengambil peran dalam pembangunan daerah di Kota Tasikmalaya.

‎‎Pesan itu disampaikan Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Chandranegara saat menghadiri Milangkala ke-70 Damas di halaman parkir salah satu pusat perbelanjaan di Jalan KHZ Mustofa, Sabtu (12/9/2026).

‎‎Diky menilai, keberadaan Damas memiliki posisi penting dalam menjaga identitas dan nilai-nilai kesundaan, terutama di tengah derasnya arus modernisasi. “Damas diharapkan tetap eksis sebagai benteng utama dalam melestarikan nilai-nilai adat, bahasa, dan kebudayaan Sunda di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa, di tengah gempuran modernisasi,” katanya.

Baca Juga:Ketua dan Sekretaris SC Mukota Kadin Kota Tasikmalaya Pamit !Mukota Kota Tasik Ditunda, Ada KADIN Jabar di Pusaran Cerita!

‎Namun, menurut dia, kontribusi Damas jangan berhenti pada pelestarian seni dan bahasa Sunda. Para kader juga diharapkan mampu menghadirkan pemikiran kritis serta gagasan dalam berbagai sektor, mulai sosial, ekonomi, politik, hukum hingga lingkungan.

‎‎Pemerintah Kota Tasikmalaya, lanjut Diky, membuka ruang sinergi dengan organisasi kepemudaan untuk melahirkan berbagai program kreatif yang berdampak bagi masyarakat. “Mempererat sinergi antara komunitas kepemudaan dengan pemerintah kota maupun provinsi agar dapat melahirkan program-program kreatif, seperti gelaran seni budaya dan olahraga tradisional,” ujarnya.

‎Selain menjadi penggerak kebudayaan, Diky berharap Damas mampu menjadi ruang kaderisasi bagi lahirnya generasi pemimpin masa depan yang tetap memiliki karakter dan jati diri Sunda. “Yang menganut prinsip cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), singer (mawas diri), dan pinter (cerdas),” pungkasnya.(Firgiawan)

0 Komentar