Harga Pertamax Melonjak Rp16.250 per Liter, Warga Tasikmalaya Mulai Melirik Pertalite Lagi

harga Pertamax naik Juni 
Suasana SPBU 34.46131 di Jalan Siliwangi Kota Tasikmalaya, Rabu (10/6/2026). Harga jual BBM terbaru telah terpajang di SPBU tersebut. Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai Rabu (10/6/2026) memantik reaksi warga Kota Tasikmalaya.

Selisih harga yang kini mencapai Rp6.250 dibanding Pertalite membuat sebagian konsumen mulai mempertimbangkan kembali pilihan bahan bakar untuk kendaraan mereka.

Di sejumlah SPBU, informasi kenaikan harga tersebut menjadi perbincangan pengendara.

Tidak sedikit yang mengaku terkejut lantaran lonjakan harga Pertamax kali ini mencapai hampir Rp4.000 per liter dibanding harga sebelumnya Rp12.300.

Baca Juga:Status Baru, Amanah Baru: Universitas Islam Tasikmalaya Perluas Jejak PengabdianDewan Pendidikan Kota Tasikmalaya Belum Terbentuk, PGM Sindir Komitmen Pemkot

Salah seorang warga Kecamatan Tamansari, Asep Ahmad (33), mengaku selama ini setia menggunakan Pertamax untuk sepeda motor Yamaha Vixion miliknya.

Namun kenaikan harga terbaru membuatnya mulai menghitung ulang pengeluaran bulanan.

“Biasanya saya isi sekitar Rp100 ribu sekali isi, sekitar delapan liter. Dalam sebulan bisa habis sampai Rp300 ribuan untuk Pertamax,” ujarnya usai mengisi pertalite di SPBU 34.46131 Jalan Siliwangi.

Menurut Asep, kualitas Pertamax memang memberikan kenyamanan lebih pada performa kendaraan. Mesin terasa lebih halus dan konsumsi bahan bakar relatif irit.

Namun ketika harga melambung cukup tinggi, pilihan beralih ke Pertalite mulai muncul meski belum menjadi keputusan final.

“Kalau pindah ke Pertalite sebenarnya sayang. Pertamax memang lebih enak buat mesin dan lumayan irit. Tapi kenaikannya sekarang cukup drastis, hampir Rp4.000 per liter,” katanya.

Kondisi tersebut menjadi gambaran dilema yang kini dihadapi sebagian pengguna BBM non-subsidi.

Di satu sisi menginginkan kualitas bahan bakar yang lebih baik, di sisi lain harus menyesuaikan pengeluaran rumah tangga. Ketika dompet mulai menghitung, loyalitas konsumen pun ikut diuji.

Baca Juga:SPMB SMP di Kota Tasikmalaya Dibuka, 7.392 Kursi Negeri Siap Diperebutkan Lewat Empat Jalur SeleksiRupiah Melemah, Inflasi Tasikmalaya Mengintai: Pengamat Ingatkan Krisis Jangan Dianggap Angin Lalu

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga menjelaskan penyesuaian harga dilakukan untuk produk BBM non-subsidi, khususnya Pertamax dan Pertamax Green.

Kebijakan tersebut telah dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator dan mengacu pada mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan penyesuaian harga merupakan bagian dari implementasi tata kelola energi guna menjaga keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi nasional.

0 Komentar