TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Lebih dari 10 tahun hidup berumah tangga, berpindah-pindah menumpang rumah dirasakan Dadi Hartono dan istrinya, Elva. Setelah penantian panjang untuk memiliki rumah pribadi yang layak, pasangan suami istri (pasutri) ini akhirnya memiliki rumah yang layak berkat dukungan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 oleh Kodim 0612 Tasikmalaya.
Senyum haru terpancar dari wajah kedua pasutri Dadi Hartono dan Elva. Pasangan yang dianugerahi dua putri ini mulai lega setelah memastikan bangunan rumah berukuran 6 x 11 meter telah berdiri kokoh.
Bangunan rumah tersebut berada di Balok RT 18 RW 06 Kampung Nagrog, Desa/Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya. Ditemui radar tasikmalaya di rumah yang tengah dibangun, pria berusia 33 tahun itu senyum ramah.
Baca Juga:Mengetuk Pintu Langit di Alun-alun Parungponteng saat 100 HA Sawah Gagal Panen Akibat KemarauMenanti Awan Hitam Demi Setetes Air, TMMD ke-129 Menjawab Derita Kekeringan di Kampung Cilintung Tasikmalaya
Rupanya sudah tahu bakal ditemui radar tasikmalaya. Kepala Desa (Kades) Parungponteng H Entis Sutisna sudah menginformasikannya. “Wah, mari masuk pak. Tadi pak kuwu (Kepala Desa, red) ke sini. Tadi bilang mau ada tamu dan wawancara,” sambut dia.
Dadi tampak semringah. Demikian juga Elva yang telah mendampingi pria idamannya itu lebih kurang 10 tahun. Membuka perbincangan, pria berusia 33 tahun itu mengisahkan pengalaman selama 10 tahun bersama istrinya.
Bertahun-tahun telah berlalu. Dadi dan keluarganya harus berpindah-pindah tempat tinggal. Menumpang dari rumah ke rumah yang masih milik keluarga dan kerabatnya. Mengangkut perabotan rumah seakan menjadi rutinitas. Dalam setahun kadang sekali pindah. Bahkan bisa dua kali pindah rumah.
Rute atau jalan yang dilewati berbukit. Jalan desa di Kecamatan Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya, banyak di antaranya yang tak berselimut aspal. Saat pindah rumah risikonya ada saja barang perabotan yang rusak. Namun mereka jalani dengan penuh kesabaran, meski selalu memendam harapan untuk memiliki rumah sendiri.
Puncaknya –sebelum menempati rumah barunya itu–, menumpang di rumah orang tua Dadi. Rumah orang tuanya berada sekitar 50 meter dari rumah barunya yang kini dibangun. Di rumah orang tuanya itu, Dadi menempati teras samping rumah berukuran 3 x 5 meter. Dibuat bangunan alakadarnya dari triplek dan beratap asbes.
“Sambil buka warung juga di sana (rumah orang tuanya, red). Jadi warung, rumah dan kamar. Pokoknya menyatu. Ya…seadanya aja, pak,” kisahnya.
