Sejak remaja, Dadi sehari-hari bekerja sebagai buruh bengkel. Meski dengan penghasilan pas-pasan, pria yang tak lepas mengenakan topi itu sanggup memikat gadis yang kini menjadi istrinya itu. Bengkel motor di Desa Girikencana –atau desa tetangga tempat tinggal Dadi–, menjadi saksi keduanya merajut rumah tangga bersama. “Gara-gara ganti oli motor pak. Eh malah jadi jodoh,” timpal Elva menyela.
Komitmen yang dibangun mereka untuk hidup bersama pun berlangsung hingga kini. Untuk mengisi hari-hari, Elva memilih jualan sambil membesarkan kedua putri mereka. Dengan penghasilan yang terbatas, baik Dadi atau Elva menyisihkan uang untuk membeli material bangunan. Untuk rumah impian mereka.
“Kebetulan saja ibu ngasih lahan bekas kolam. Jadi mau gak mau saya belajar ngumpulin uang buat material bangunan. Dicicil sampai akhirnya sudah dipondasi. Kalau nge-bangun rumah mah belum cukup. Ongkos tukang dan lain-lainnya belum ada. Kalau material itu sudah banyak yang dibeli,” papar dia.
Baca Juga:Mengetuk Pintu Langit di Alun-alun Parungponteng saat 100 HA Sawah Gagal Panen Akibat KemarauMenanti Awan Hitam Demi Setetes Air, TMMD ke-129 Menjawab Derita Kekeringan di Kampung Cilintung Tasikmalaya
Dadi menganggap, untuk membangun rumah masih begitu jauh bisa segera diwujudkan. Masih butuh waktu karena harus menyicil membeli material bangunan. Tekad kuatnya mewujudkan rumah impian itu tidak pernah surut. Terus bekerja keras demi memenuhi kebutuhan keluarga dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi kedua buah hati mereka.
“Saat ada informasi pembangunan desa oleh TMMD, saya ikut rapat. Dibahas dalam pertemuan itu bahwa warga boleh mengajukan rehab atau bangun rumah tidak layak huni. Jadi saya coba ajukan,” kenang dia.
Proses pengajuan RTLH berjalan. Harapan yang masih berbalut cemas jika tak kebagian “jatah” pembangunan rumah terus membayangi Dadi. Kala itu, segala informasi ikhwal pelaksanaan Program TMMD ke-129 jadi pusat konsentrasinya.
Harapan itu akhirnya datang. Program TMMD ke-129 Tahun Anggaran 2026 kolaborasi Pemkab Tasikmalaya bersama Kodim 0612 Tasikmalaya sekaligus mewujudkan mimpi Dadi dan Elva. Program yang dibuka sejak 15 Juli 2026 itu menyasar pada pembangunan fisik dan non fisik di Desa Parungponteng.
Bagi Dadi dan Elva, bantuan pembangunan rumah ini bukan hanya menghadirkan tempat berteduh yang aman dan nyaman. Baginya mengembalikan rasa percaya diri serta ketenangan bagi keluarga kecil mereka. Kini, kedua putri mereka dapat tumbuh di lingkungan yang lebih layak, tanpa harus berpindah-pindah atau menempati rumah yang menyatu dengan warung.
