“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah. Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator,” tuturnya dalam siaran pers resmi.
Meski demikian, Pertamina memastikan harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.
Selain kenaikan Pertamax, Pertamax Green 95 juga mengalami penyesuaian menjadi Rp17.000 per liter dari sebelumnya Rp12.900 per liter. Sementara Pertamax Turbo tetap berada di angka Rp20.750 per liter.
Baca Juga:Status Baru, Amanah Baru: Universitas Islam Tasikmalaya Perluas Jejak PengabdianDewan Pendidikan Kota Tasikmalaya Belum Terbentuk, PGM Sindir Komitmen Pemkot
Untuk produk diesel non-subsidi, Dexlite dipasarkan Rp23.000 per liter dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter.
Pertamina memastikan seluruh produk BBM tetap tersedia dan pasokan di jaringan SPBU nasional dalam kondisi aman.
Kenaikan harga Pertamax kali ini diperkirakan akan memengaruhi pola konsumsi masyarakat.
Jika sebelumnya banyak pengguna kendaraan memilih BBM berkualitas lebih tinggi, kini selisih harga yang semakin lebar dengan Pertalite berpotensi membuat sebagian konsumen kembali melirik bahan bakar bersubsidi sebagai pilihan yang lebih ramah bagi kantong. (rezza rizaldi)
