TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Upaya menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, komunitas, hingga generasi muda. Kolaborasi menjadi penting agar kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi gerakan yang dilakukan secara konsisten di tengah masyarakat.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam sarasehan yang digelar Bank Sampah Resik bersama istri Wakil Bupati Tasikmalaya, Khifayati Nursetiana yang digelar di Desa Mandalaguna, Kecamatan Salopa, Senin (10/8/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang dialog dan bertukar gagasan antara pemerintah, penggiat lingkungan, komunitas, serta generasi muda mengenai berbagai persoalan lingkungan, terutama pengelolaan sampah dan peningkatan kesadaran masyarakat.
Baca Juga:Tim Smart Posyandu UPI Dampingi Warga Cigedug Cegah Stunting dan Tingkatkan Literasi AnakTim Dosen Unsil Dorong UMKM Singaparna Melek Keuangan Digital Syariah
Dalam diskusi tersebut, pengelolaan sampah dari sumbernya menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kebiasaan masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan. Keberadaan bank sampah dinilai dapat menjadi salah satu sarana untuk mendorong masyarakat memilah dan mengelola sampah sekaligus memberikan nilai ekonomi dari sampah yang dikumpulkan.
Duta Lingkungan Jawa Barat, Risna Nurhajani, mengatakan persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak. Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen masyarakat diperlukan agar gerakan peduli lingkungan dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Persoalan lingkungan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dunia pendidikan, hingga generasi muda agar gerakan lingkungan dapat berjalan secara konsisten,” ujar Risna.
Ia menilai, keterlibatan generasi muda juga perlu diperkuat dalam berbagai gerakan lingkungan. Anak muda tidak hanya ditempatkan sebagai penerima informasi mengenai lingkungan, tetapi juga diberi ruang untuk terlibat langsung dan menjadi penggerak di masyarakat.
Menurut Risna, edukasi lingkungan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kesadaran menjaga lingkungan dapat tumbuh sejak dini. Edukasi tersebut, kata dia, akan lebih efektif apabila tidak hanya disampaikan melalui teori, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk aksi nyata di lingkungan sekitar.
“Generasi muda memiliki energi, kreativitas, dan kemampuan untuk mengajak lebih banyak orang bergerak. Karena itu, kita harus memberikan ruang bagi anak muda untuk terlibat dan mengambil peran dalam isu lingkungan,” katanya.
