TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri di Kota Tasikmalaya tahun ajaran 2026/2027 resmi dibuka sejak kemarin Senin, 8 Juni 2026.
Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya memastikan pelaksanaan tahapan pendaftaran berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Rojab Risman Taufik, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan sejak hari pertama pembukaan SPMB.
Baca Juga:Rupiah Melemah, Inflasi Tasikmalaya Mengintai: Pengamat Ingatkan Krisis Jangan Dianggap Angin LaluKursi Strategis Wakapolres dan Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota Resmi Berganti Penghuni
Pengawasan dilakukan baik dari sisi jaringan maupun kesiapan tim yang telah bergerak sejak awal pelaksanaan.
“Sudah dibuka per tanggal 8 kemarin. Hari ini kami terus memantau dari jaringan, kemudian beberapa tim juga sudah mulai bergerak dari kemarin,” ujar Rojab Riswan, Selasa (9/6/2026).
Menurut dia, hingga saat ini pelaksanaan SPMB SMP Negeri masih berjalan sesuai tahapan yang telah diatur dalam petunjuk teknis (juknis).
“Insyaallah tidak ada kendala. Kami melaksanakan sesuai tahapan-tahapan yang sudah tertuang dalam juknis,” katanya.
Pada SPMB tahun ini, Kota Tasikmalaya memiliki 21 SMP Negeri. Masing-masing sekolah membuka 11 rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas 32 siswa per kelas.
Artinya, total daya tampung yang disediakan SMP Negeri di Kota Tasikmalaya mencapai 7.392 kursi.
Jumlah itu menjadi ruang yang disiapkan pemerintah daerah untuk menampung lulusan SD yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Dalam pelaksanaannya, SPMB SMP Negeri dibuka melalui empat jalur pendaftaran.
Baca Juga:Kasus ISPA Balita di Kota Tasikmalaya Tembus 6.811, Penularan Justru Banyak Berawal dari Rumah28 ASN Pensiun dan 28 Naik Pangkat, Perangkat Daerah Pemkot Tasikmalaya Jangan Cepat Puas Berprestasi
Yakni jalur domisili sebesar 40 persen, jalur prestasi 35 persen, jalur afirmasi 20 persen, dan jalur mutasi 5 persen.
Rojab berharap seluruh tahapan penerimaan murid baru dapat berjalan lancar dan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi peserta didik untuk memperoleh akses pendidikan.
“Harapan kita berjalan lancar dan bisa mewadahi anak-anak kita untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Pembukaan SPMB tahun ini menjadi ujian awal bagi sistem penerimaan siswa yang mengedepankan transparansi dan pemerataan akses pendidikan.
Di tengah tingginya minat masyarakat terhadap sekolah negeri, ribuan kursi yang tersedia diharapkan tidak hanya menjadi angka statistik, tetapi benar-benar menjadi jembatan masa depan bagi peserta didik Kota Tasikmalaya. (rezza rizaldi)
