Capaian tersebut juga menjadi modal penting dalam mendorong reformasi birokrasi dan mendukung visi Kota Tasikmalaya sebagai kota industri, jasa, dan perdagangan yang religius, inovatif, maju, serta berkelanjutan.
Di tengah tuntutan publik terhadap pemerintahan yang bersih dan transparan, torehan WTP ke-10 berturut-turut menjadi bukti bahwa akuntabilitas tidak cukup dibangun dengan slogan.
Ia harus dijaga melalui kerja yang konsisten, sistem yang kuat, dan pengawasan yang berjalan tanpa lelah.
Baca Juga:SPMB SMP di Kota Tasikmalaya Dibuka, 7.392 Kursi Negeri Siap Diperebutkan Lewat Empat Jalur SeleksiRupiah Melemah, Inflasi Tasikmalaya Mengintai: Pengamat Ingatkan Krisis Jangan Dianggap Angin Lalu
“Prestasi ini adalah amanah yang harus terus dijaga. Ke depan, kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, memperkuat akuntabilitas, dan memastikan seluruh program pembangunan memberikan dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Tasikmalaya,” pungkasnya. (rezza rizaldi)
