BKMM DMI Cibeureum Regenerasi Pengurus, Majelis Taklim Tak Mau Tertinggal di Era Digital

pelantikan pengurus BKMM DMI Cibeureum
Pimpinan Ranting BKMM DMI se-Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya masa bakti 2026–2031 resmi dilantik di Chronos Coffee, Sabtu (6/6/2026). Firgiawan/Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Regenerasi kepengurusan menjadi langkah strategis BKMM DMI Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya agar majelis taklim tetap relevan menghadapi perkembangan zaman.

Organisasi perempuan berbasis masjid itu menegaskan tidak ingin tertinggal di era digital dengan terus membuka ruang kolaborasi lintas generasi.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Pelantikan Pimpinan Ranting Badan Kontak Majelis Taklim Masjid (BKMM) Dewan Masjid Indonesia (DMI) se-Kecamatan Cibeureum masa bakti 2026–2031 yang digelar di Chronos Coffee, Sabtu (6/6/2026).

Baca Juga:Parkir Kota Tasikmalaya Dikelola Yayasan, Harapan Tertib Mengaspal di Empat Ruas Jalan StrategisBSMSS 2026 Garap Jalan 1,5 Kilometer di Salawu, Akses Warga Jahiang Tasikmalaya Mulai Keluar dari Kubangan

Kegiatan bertema “Melejitkan Kompetensi Organisasi Dengan Sinergi dan Kolaborasi” itu dihadiri unsur Muspika Kecamatan Cibeureum, MUI Kecamatan Cibeureum, para lurah se-Kecamatan Cibeureum, serta pengurus majelis taklim dari berbagai wilayah.

Sekretaris PD BKMM DMI Kota Tasikmalaya yang juga Ketua PC BKMM DMI Kecamatan Cibeureum, Hj Neneng Vera menjelaskan, kepengurusan baru merupakan bagian dari penyegaran organisasi agar semangat dan inovasi terus tumbuh di lingkungan majelis taklim.

“Tidak banyak perubahan. Ada yang naik, ada yang turun. Yang terpenting hadir semangat baru dan wajah-wajah baru yang bisa lebih menarik serta merangkul jamaah untuk aktif mengikuti kegiatan pengajian,” ujarnya.

Menurut dia, tingginya antusiasme terlihat dari tingkat kehadiran undangan yang mencapai sekitar 90 persen.

Capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa minat masyarakat terhadap aktivitas majelis taklim masih sangat tinggi.

Neneng menegaskan, BKMM merupakan badan otonom DMI yang terbuka bagi seluruh kalangan perempuan tanpa batasan usia.

Karena itu, perpaduan pengalaman generasi senior dan kreativitas generasi muda menjadi modal penting dalam mengembangkan organisasi.

Baca Juga:Kas Daerah Diperketat, SIPD Dikunci Sebagian; Pemkot Tasikmalaya Prioritaskan Belanja Apa? IPAL TPA Ciangir Belum Optimal, Aktivis Lingkungan Soroti Proyek Rp3,6 Miliar yang Masih Terseok

“Di BKMM tidak ada aturan usia. Ibu-ibu muda, ibu-ibu senior semuanya bisa bergabung. Yang tua berbagi pengalaman, yang muda membawa kreativitas dan kemampuan digital. Kita saling mengisi dan sama-sama terus belajar,” katanya.

Ia menambahkan, peran majelis taklim saat ini tidak hanya sebatas forum kajian keagamaan.

BKMM juga mendorong peningkatan kapasitas perempuan melalui program keterampilan, pengembangan diri hingga kegiatan kesehatan.

Salah satu program yang tengah dipersiapkan adalah kegiatan senam yoga tingkat Kota Tasikmalaya yang dijadwalkan berlangsung bulan depan.

0 Komentar