RADARTASIK.ID – Krisis yang sedang melanda AC Milan ternyata tidak hanya menjadi sorotan di Italia.
Di Amerika Serikat, negara asal pemilik klub Gerry Cardinale, kondisi Rossoneri juga mendapat perhatian besar dari para pengamat sepak bola.
Salah satu kritik tajam datang dari Matteo Bonetti, analis sepak bola Italia untuk CBS Sports Golazo.
Baca Juga:Massimo Marianella: Ibrahimovic Salah Satu Manajer Terburuk dalam Sepak BolaDonyell Malen: Anak Petani yang Punya Julukan seperti Ronaldo di AS Roma
Dalam tayangan di Paramount+, platform yang berada dalam jaringan media yang memiliki hubungan bisnis dengan RedBird Capital, Bonetti menggambarkan situasi AC Milan saat ini sebagai sebuah “bencana”.
Pernyataan tersebut semakin menunjukkan bahwa kegelisahan terhadap kondisi Rossoneri kini telah meluas hingga ke luar Italia.
Banyak pihak menilai AC Milan sedang mengalami salah satu periode paling kacau sejak diambil alih oleh RedBird dan Gerry Cardinale.
Dari Kandidat Juara Menjadi Gagal ke Liga Champions
Bonetti mengawali analisanya dengan mengingatkan bagaimana situasi Milan sebenarnya sangat berbeda beberapa bulan lalu.
Saat musim memasuki fase-fase akhir, Rossoneri masih berada dalam posisi yang sangat menguntungkan untuk mengamankan tiket Liga Champions.
Bahkan, menurutnya, Milan sempat dianggap sebagai salah satu kandidat kuat peraih Scudetto.
“Ada periode ketika Milan memiliki keunggulan dua digit poin atas posisi kelima hanya sekitar satu setengah bulan sebelum musim berakhir,” kata Bonetti.
Baca Juga:Media Italia: Ibrahimovic Terlibat Konfrontasi dengan Gerry CardinaleDenzel Dumfries dan Nico Paz Ajang Balas Dendam Mourinho ke Inter Milan
Kepercayaan diri pendukung Milan juga meningkat setelah hasil positif dalam Derby della Madonnina melawan Inter Milan.
Saat itu banyak pihak mulai percaya Rossoneri mampu mengakhiri musim dengan hasil yang memuaskan.
Namun kenyataannya justru berbanding terbalik.
Performa tim mengalami penurunan drastis pada fase krusial musim. Serangkaian hasil buruk membuat Milan kehilangan momentum hingga akhirnya gagal mengamankan tiket Liga Champions.
“Kami bahkan sempat membicarakan Milan sebagai kandidat juara liga. Setelah derby melawan Inter, semua orang merasa optimistis. Namun pada akhirnya mereka bahkan gagal lolos ke Liga Champions,” ujar Bonetti.
Kegagalan tersebut menjadi pukulan besar, baik dari sisi prestasi maupun finansial.
Absennya Milan dari kompetisi paling bergengsi di Eropa diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap pendapatan klub serta strategi mereka di bursa transfer.
