Matteo Bonetti: AC Milan dalam Bencana

fans AC Milan
fans AC Milan Kesedihan fans AC Milan melihat tim kesayangannya ditumbangkan Atalanta di San Siro Foto: Tangkapan layar Youtube
0 Komentar

Cardinale Lakukan Revolusi Besar

Kekecewaan atas hasil musim lalu membuat Gerry Cardinale mengambil langkah drastis.

Menurut Bonetti, pemilik RedBird itu memilih melakukan perubahan total dengan memberhentikan sejumlah figur penting di tubuh klub.

Langkah tersebut memang menunjukkan keinginan untuk melakukan pembaruan, tetapi di sisi lain juga memunculkan pertanyaan besar mengenai arah yang sedang dituju Milan.

Baca Juga:Massimo Marianella: Ibrahimovic Salah Satu Manajer Terburuk dalam Sepak BolaDonyell Malen: Anak Petani yang Punya Julukan seperti Ronaldo di AS Roma

“Cardinale memutuskan untuk menyingkirkan hampir semua orang dan menghabiskan sekitar 20 juta euro untuk proses pemecatan tersebut,” ungkap Bonetti.

Jika dikonversikan dengan kurs Rp17.000 per euro, angka tersebut setara dengan sekitar Rp340 miliar.

Nilai yang sangat besar itu menunjukkan betapa seriusnya perubahan yang ingin dilakukan manajemen. Namun hingga saat ini hasil konkret dari revolusi tersebut belum terlihat.

Hal yang paling mengkhawatirkan menurut Bonetti adalah kondisi organisasi Milan saat ini.

Meski telah melakukan perombakan besar, Rossoneri masih belum memiliki pelatih baru, direktur olahraga, maupun sejumlah figur penting yang dibutuhkan untuk menjalankan proyek olahraga klub.

Situasi ini membuat banyak pihak mempertanyakan siapa sebenarnya yang sedang mengendalikan proses pembangunan kembali AC Milan.

“Sekarang siapa yang mengurus semuanya? Tidak ada pelatih, tidak ada para direktur. Situasinya benar-benar membingungkan,” tegas Bonetti.

Baca Juga:Media Italia: Ibrahimovic Terlibat Konfrontasi dengan Gerry CardinaleDenzel Dumfries dan Nico Paz Ajang Balas Dendam Mourinho ke Inter Milan

Kondisi tersebut semakin memprihatinkan karena musim baru semakin dekat. Klub-klub pesaing sudah mulai menyusun strategi, memperkuat skuad, dan mempersiapkan pramusim, sementara Milan masih sibuk mencari struktur organisasi yang ideal.

Nama yang paling sering dikaitkan dengan proyek baru Milan adalah Ralf Rangnick.

Pelatih dan arsitek sepak bola asal Jerman itu disebut menjadi kandidat utama untuk memimpin rekonstruksi Rossoneri. Namun ada kendala besar yang membuat proses tersebut tidak berjalan cepat.

Saat ini Rangnick masih fokus bersama tim nasional Austria dan akan terlibat dalam agenda internasional sepanjang musim panas.

Menurut Bonetti, jika Rangnick benar-benar menjadi pilihan utama Milan, klub harus bersabar karena ia kemungkinan baru tersedia pada pertengahan Juli.

“Profil yang mereka inginkan adalah Ralf Rangnick. Namun dia akan berada di Amerika Serikat untuk tugas bersama Austria selama turnamen internasional dan tidak akan tersedia hingga sekitar pertengahan Juli,” jelasnya.

0 Komentar