Massimo Marianella: Ibrahimovic Salah Satu Manajer Terburuk dalam Sepak Bola

Zlatan Ibrahimovic
Zlatan Ibrahimovic Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

“Tampaknya Cardinale sedang mencoba melakukan perubahan dengan menyingkirkan banyak orang dari berbagai posisi. Tetapi saya tetap terkejut karena pilihannya justru mempertahankan Ibrahimovic dan terus mempercayainya,” ujar Marianella.

Ia menilai ada hubungan khusus antara Cardinale dan Ibrahimovic yang membuat mantan striker Swedia tersebut tetap memiliki posisi kuat di dalam klub.

“Saya rasa Ibrahimovic memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap Cardinale. Kalau tidak, sulit menjelaskan mengapa dia masih bertahan di tengah semua perubahan ini,” tambahnya.

Baca Juga:Dugarry Tuding Gaya Main Arsenal Seperti Sekumpulan Badut: Arteta Mengkhianati Identitas KlubDumfries Selangkah Lagi Gabung Real Madrid, Inter Bidik Marco Palestra

Komentar paling tajam dari Marianella datang ketika membahas kapasitas Ibrahimovic sebagai eksekutif klub.

“Tidak ada yang meragukan kualitas Ibrahimovic sebagai pesepak bola. Selama lebih dari satu dekade, ia menjadi salah satu striker terbaik dunia dengan koleksi trofi dan prestasi individu yang luar biasa,” ucapnya.

“Kariernya bersama klub-klub besar seperti Ajax, Juventus, Inter Milan, Barcelona, Paris Saint-Germain, Manchester United, hingga AC Milan membuat namanya masuk dalam daftar pemain terbaik generasinya,” lanjutnya.

Namun menurut Marianella, kesuksesan di lapangan tidak otomatis berlanjut ketika seseorang beralih ke dunia manajemen.

“Ibrahimovic adalah salah satu pesepak bola paling luar biasa dalam 10 hingga 15 tahun terakhir. Tetapi sejak menjadi manajer, dia juga termasuk salah satu yang terburuk,” tegas Marianella.

Pernyataan tersebut menjadi kritik paling keras yang ditujukan kepada Ibrahimovic sejak ia bergabung ke dalam struktur kepemilikan RedBird.

Marianella menegaskan bahwa menjadi pemain dan menjadi manajer adalah dua profesi yang sama sekali berbeda.

Baca Juga:Ibrahimovic Cuti Panjang, Bergomi Ingatkan Pesan Paolo MaldiniDavide Torchia: Juventus Bisa Jual Semua Pemain Kecuali Yildiz

“Ini adalah dua pekerjaan yang berbeda. Dan sejauh ini, pekerjaan keduanya sebagai manajer tidak memberikan kepuasan yang sama seperti ketika ia menjadi pemain,” lanjutnya.

Kritik Marianella datang pada saat posisi Ibrahimovic memang sedang menjadi sorotan.

Dalam beberapa pekan terakhir, legenda Swedia itu disebut memiliki pengaruh besar dalam berbagai keputusan strategis AC Milan, mulai dari proses pencarian pelatih baru hingga pembentukan struktur organisasi yang baru setelah gelombang pemecatan di tubuh klub.

Namun di sisi lain, hasil yang terlihat sejauh ini belum mampu meyakinkan publik.

Milan masih belum menemukan pelatih baru, direktur olahraga belum ditunjuk, sementara masa depan sejumlah pemain penting seperti Rafael Leao dan Mike Maignan juga terus menjadi bahan spekulasi.

0 Komentar