TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kepulangan ratusan jemaah haji Kota Tasikmalaya yang tergabung dalam Kloter KJT-04 diwarnai drama panjang di Bandara Arab Saudi.
Pesawat dengan nomor penerbangan SV5288 mengalami keterlambatan lebih dari enam jam akibat kendala teknis yang belum dijelaskan secara rinci kepada para penumpang.
Informasi yang dihimpun, pesawat semula dijadwalkan lepas landas pukul 18.50 waktu Arab Saudi, Rabu (3/6/2026) dini hari.
Baca Juga:Hanafi Resmi Jadi Pj Sekda Kota Tasikmalaya, Langsung Dihadapkan PR Fiskal hingga Program NasionalJurusan Manajemen Unsil Cetak Creativepreneur Melek Finansial
Namun jadwal mundur menjadi pukul 19.50. Jemaah bahkan sudah masuk ke dalam pesawat sekitar pukul 19.23.
Masalah muncul ketika hingga berjam-jam pesawat tak kunjung mengudara.
Sejumlah jemaah melaporkan pendingin udara (AC) beberapa kali tidak berfungsi dan mesin pesawat sempat mati.
Kondisi tersebut membuat banyak penumpang, terutama lanjut usia, mengalami ketidaknyamanan hingga kesulitan bernapas.
Setelah menunggu berjam-jam tanpa kepastian, para penumpang akhirnya memutuskan turun dari pesawat.
Mereka meminta maskapai menyediakan pesawat pengganti karena alasan kendala teknis dinilai tidak sebanding dengan lamanya waktu tunggu yang mencapai lebih dari lima jam.
Situasi semakin membingungkan ketika jemaah dibawa berkeliling area bandara menggunakan shuttle bus sebelum akhirnya kembali lagi ke terminal.
Berdasarkan informasi diterima Radar dari salahsatu jemaah yang mengalami delay, keterlambatan diduga berkaitan dengan ketiadaan pilot.
Baca Juga:Lowongan Kerja Palsu di Tasikmalaya Diduga Jadi Modus Prostitusi, Pencari Kerja Nyaris TerjebakResidivis Baru Bebas Gasak 12 Motor di Tasikmalaya, Dijual Lewat Facebook COD
“Kalau alasannya pilot, masa sampai tujuh jam tidak ada. Jemaah juga mempertanyakan penanganan yang dilakukan,” ujar salah seorang jemaah.
Kondisi fisik jemaah saat itu juga sudah menurun. Mereka diketahui berangkat dari hotel sejak pukul 07.30 pagi waktu setempat.
Selain kelelahan, sejumlah jemaah harus bolak-balik membawa koper karena sebagian barang sempat diperiksa dan disita petugas bandara.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Tasikmalaya, Husna Mustopa, membenarkan adanya keterlambatan penerbangan yang dialami Kloter KJT-04.
Menurut dia, berdasarkan laporan yang diterimanya dari jemaah, pesawat mengalami kendala teknis yang menyebabkan keberangkatan tertunda berjam-jam.
“Laporan dari jemaah katanya tos dua kali naik turun pesawat. Awalnya jadwal 18.50, terus mundur. Kurang langkung keterlambatanna genep jam langkung,” kata Husna saat dikonfirmasi Radar.
Kloter KJT-04 merupakan kelompok terbang asal Kota Tasikmalaya dengan jumlah sekitar 445 jemaah dan petugas.
